Nasional

Semangat Kemerdekaan dari Laut Pulau Cawan: Saatnya Nelayan Naik Kelas Menjadi Penggerak Ekonomi Desa

Views Agustus 15, 2026

MANDAH, INHIL — Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, semangat kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada pengibaran Merah Putih dan upacara seremonial. Bagi masyarakat pesisir Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kemerdekaan juga harus diterjemahkan menjadi kemampuan untuk mengelola sumber daya laut secara mandiri dan menjadikannya sumber kesejahteraan.

Laut Pulau Cawan telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Namun menjadi nelayan dan memiliki potensi perikanan belum otomatis membuat masyarakat memiliki posisi ekonomi yang kuat.

Persoalannya bukan semata-mata berapa banyak ikan yang dapat ditangkap. Persoalan yang lebih besar adalah berapa besar nilai ekonomi hasil tangkapan yang akhirnya tinggal di tangan nelayan dan masyarakat desa.

Di sinilah agenda “nelayan naik kelas” menjadi penting.

Nelayan membutuhkan dukungan yang lebih lengkap, mulai dari sarana penangkapan, akses permodalan, fasilitas penyimpanan hasil tangkap, transportasi, pengolahan, hingga pemasaran. Tanpa rantai usaha tersebut, hasil laut berisiko hanya menjadi komoditas mentah yang segera berpindah tangan dengan nilai tambah terbatas di tingkat produsen.

Kebutuhan terhadap pengelolaan pascapanen juga menjadi bagian penting. Dalam master bidang usaha Koperasi Solop Andalan Mandiri, telah diidentifikasi kegiatan pengolahan dan pengawetan ikan melalui penggaraman atau pengeringan, pengolahan ikan menjadi berbagai produk olahan, serta perdagangan besar hasil perikanan dan produk olahannya.

Artinya, arah pengembangan perikanan Pulau Cawan sebenarnya dapat bergerak lebih jauh daripada sekadar meningkatkan hasil tangkap.

Ikan dapat dipilah, disimpan, diolah, dikemas dan dipasarkan dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Jika suatu saat didukung fasilitas rantai dingin atau cold storage yang sesuai kebutuhan, kualitas hasil tangkap juga memiliki peluang lebih baik untuk dipertahankan sebelum masuk ke pasar.

Tetapi pembangunan perikanan tidak dapat dipisahkan dari persoalan pesisir.

Abrasi Pantai Solop dan kawasan pesisir Pulau Cawan harus dipandang sebagai persoalan yang berhubungan dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan membutuhkan lingkungan pesisir yang sehat dan terlindungi.

Karena itu, momentum kemerdekaan harus menjadi dorongan agar perlindungan pesisir dan pembangunan ekonomi nelayan ditempatkan dalam satu kebijakan. Jangan sampai masyarakat diminta meningkatkan produksi sementara akses, infrastruktur dan perlindungan ruang hidupnya tidak mendapatkan perhatian yang sebanding.

Di tingkat kelembagaan, masyarakat Pulau Cawan telah membentuk Koperasi Solop Andalan Mandiri. Dalam berita acara pembentukannya, koperasi menetapkan pengelolaan hasil perikanan dan kelautan sebagai salah satu bidang usaha, bersama perdagangan umum, simpan pinjam, pengelolaan hasil perkebunan, transportasi dan pariwisata. Koperasi juga dibentuk dengan semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi.

Struktur tersebut memberikan ruang bagi koperasi untuk menjadi penghubung antara nelayan, pembiayaan, sarana produksi, pengolahan dan pasar. Namun kelembagaan saja tidak cukup. Diperlukan tata kelola profesional, modal yang memadai, akses pasar dan pendampingan agar koperasi benar-benar mampu menjalankan fungsi ekonominya.

Dalam konteks masyarakat desa, Kepala Desa Pulau Cawan Said Khairullah Hanafiyah dan unsur pemuda, termasuk Ramlan, memiliki ruang penting dalam mendorong pembangunan yang berbasis potensi lokal. Ramlan sendiri tercatat dalam dokumen pembentukan koperasi sebagai Ketua Pengawas sekaligus diberi mandat mengurus proses legalitas koperasi.

Namun pembangunan ekonomi tidak boleh bergantung pada satu atau dua figur. Yang dibutuhkan adalah sistem yang memungkinkan masyarakat menjadi pelaku utama.

Kemerdekaan ekonomi berarti nelayan tidak selamanya berada pada posisi paling lemah dalam rantai perdagangan.

Nelayan harus memiliki akses terhadap modal, sarana produksi, informasi harga, penyimpanan, pengolahan dan pasar. Dengan begitu, hasil laut bukan hanya menjadi sumber pendapatan harian, tetapi dapat berkembang menjadi fondasi usaha masyarakat.

Pulau Cawan memiliki laut. Yang diperlukan sekarang adalah keberanian mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi.

Pada usia 81 tahun Republik Indonesia, semangat kemerdekaan di Pulau Cawan seharusnya tidak hanya diukur dari berkibarnya Merah Putih.

Ukuran lainnya adalah apakah masyarakat pesisir semakin mampu berdiri di atas kekuatan ekonominya sendiri.

Dari laut untuk kehidupan. Dari nelayan untuk kemandirian. Dan dari Pulau Cawan untuk masa depan ekonomi desa yang lebih kuat.(@redaksi)

Dari Laut untuk Kehidupan: Potensi Perikanan Pulau Cawan Menanti Sentuhan Infrastruktur dan Tata Kelola

Views Agustus 09, 2026


MANDAH, INHIL — Laut bagi masyarakat Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), bukan sekadar bentang alam di sekitar tempat tinggal. Laut adalah ruang kehidupan, sumber penghasilan, sekaligus salah satu modal ekonomi yang seharusnya dapat dikembangkan secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Namun potensi perikanan tidak otomatis berubah menjadi kesejahteraan. Hasil tangkap yang melimpah tanpa dukungan sarana, penyimpanan, pengolahan dan pemasaran yang baik berisiko membuat nilai ekonomi terbesar justru dinikmati di luar desa.Laut Pulau Cawan bukan hanya sumber penghidupan nelayan, tetapi modal ekonomi desa. Yang dibutuhkan sekarang adalah infrastruktur, pengelolaan hasil tangkap, akses pasar, dan kelembagaan ekonomi agar nilai hasil laut tidak berhenti di tangan pembeli pertama.

Di sinilah pembangunan sektor perikanan Pulau Cawan membutuhkan pendekatan yang lebih serius. Nelayan tidak cukup hanya didorong untuk meningkatkan hasil tangkap. Mereka juga membutuhkan ekosistem usaha yang mampu menjaga kualitas hasil laut sejak ikan diangkat dari perairan hingga sampai kepada konsumen.

Sarana penunjang menjadi kebutuhan penting. Fasilitas penyimpanan berpendingin atau rantai dingin (cold chain), tempat penanganan dan sortasi hasil tangkap, sarana transportasi, serta dukungan peralatan perikanan dapat menjadi bagian dari mata rantai yang menentukan nilai jual komoditas.

Selain dijual dalam bentuk segar, hasil laut juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Penggaraman, pengeringan, pembekuan, hingga berbagai produk olahan ikan dapat membuka ruang usaha baru bagi masyarakat.

Dokumen bidang usaha Koperasi Solop Andalan Mandiri sendiri telah menempatkan pengelolaan hasil perikanan dan kelautan sebagai salah satu bidang usaha koperasi. Data bidang usaha yang disiapkan koperasi juga mencakup pengolahan dan pengawetan ikan serta perdagangan hasil perikanan dan produk olahan terkait.

Artinya, gagasan membangun ekonomi perikanan berbasis kelembagaan sebenarnya sudah memiliki pijakan.

Koperasi dapat diarahkan menjadi penghubung antara nelayan, sarana produksi, pengolahan, penyimpanan, pembeli dan pasar. Dengan tata kelola yang profesional, posisi nelayan tidak hanya sebagai produsen yang menjual hasil tangkap, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rantai nilai ekonomi yang lebih panjang.

Gagasan tersebut sejalan dengan tujuan pembentukan Koperasi Solop Andalan Mandiri, yakni mengembangkan potensi ekonomi masyarakat Pulau Cawan, membantu anggota memperoleh akses modal dan pemasaran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Karena itu, perhatian pemerintah terhadap Pulau Cawan seharusnya tidak berhenti pada persoalan abrasi. Laut yang harus dilindungi juga merupakan laut yang harus diberdayakan.

Pulau Cawan memiliki potensi. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diubah menjadi nilai tambah, lapangan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Kini yang dibutuhkan bukan sekadar program sesaat, melainkan sinergi pemerintah, masyarakat, nelayan dan koperasi untuk membangun sistem perikanan yang produktif, modern dan berkelanjutan.

Dari laut untuk kehidupan, saatnya hasil laut Pulau Cawan memberi nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakatnya sendiri.

Sinergi Pesisir dan Perkebunan Dinilai Kunci Membangun Kemandirian Ekonomi Desa Pulau Cawan

Views Agustus 02, 2026


Indragiri Hilir – Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, memiliki kekayaan sumber daya alam yang dinilai mampu menjadi fondasi pembangunan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara terpadu. Potensi sektor perikanan di wilayah pesisir dan perkebunan kelapa dalam di daratan dinilai saling melengkapi dalam menciptakan kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan.

Selama ini, sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan dari hasil laut dan perkebunan kelapa. Namun, kedua sektor tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan infrastruktur, minimnya hilirisasi produk, hingga belum optimalnya pemanfaatan lahan produktif. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi yang dimiliki Desa Pulau Cawan belum berkembang secara maksimal.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, mengatakan pembangunan desa ke depan harus dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi antara sektor pesisir dan sektor perkebunan. Menurutnya, pengembangan kedua sektor tersebut akan menciptakan sumber ekonomi yang lebih kuat sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat pada satu jenis mata pencaharian.

"Desa Pulau Cawan memiliki potensi besar di sektor perikanan dan perkebunan kelapa dalam. Apabila keduanya dikembangkan secara bersamaan melalui pembangunan infrastruktur, bantuan bibit unggul, peningkatan sarana perikanan, serta pengolahan hasil produksi, kami optimistis ekonomi masyarakat akan tumbuh lebih baik dan berkelanjutan," ujar S. Khairul Hanafiah.

Ia menambahkan, pemerintah desa terus mendorong agar berbagai program pembangunan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat dapat diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor unggulan desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Perwakilan masyarakat Desa Pulau Cawan berharap pembangunan tidak hanya berfokus pada satu sektor saja. Menurut mereka, keseimbangan antara pengembangan kawasan pesisir dan perkebunan akan menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat ketika salah satu sektor mengalami penurunan.

"Kami memiliki laut yang kaya dan lahan yang masih bisa dikembangkan menjadi perkebunan kelapa dalam. Jika pemerintah memberikan dukungan berupa infrastruktur, pelatihan, bantuan alat, bibit berkualitas, dan akses pemasaran, kami yakin kedua sektor ini dapat menjadi kekuatan utama ekonomi desa," ungkap perwakilan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, menilai generasi muda memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi lokal melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi. Menurutnya, sektor perikanan dan perkebunan tidak lagi dapat dikelola dengan cara konvensional apabila ingin bersaing dan memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

"Pemuda siap menjadi bagian dari pembangunan desa. Kami ingin mengembangkan usaha perikanan berbasis pengolahan hasil laut sekaligus mengelola perkebunan kelapa dalam yang lebih modern. Dengan dukungan pelatihan, akses permodalan, dan pendampingan dari pemerintah, kami yakin Desa Pulau Cawan mampu melahirkan wirausaha baru yang berbasis potensi lokal," kata Ramlan.

Menurutnya, sinergi antara sektor pesisir dan perkebunan juga akan memperkuat ketahanan pangan, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Masyarakat berharap potensi besar yang dimiliki Desa Pulau Cawan dapat menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, pengembangan sektor perikanan dan perkebunan kelapa dalam diyakini mampu menjadikan Desa Pulau Cawan sebagai salah satu kawasan ekonomi pesisir yang mandiri, produktif, dan berdaya saing di Kabupaten Indragiri Hilir.

Bencana Abrasi Mengintai Pantai Solop: Menuntut Aksi Nyata Pemerintah !

Views Juli 25, 2026

Kondisi Pantai Solop Desa Pulau Cawan sekarang

INDRAGIRI HILIR – Ancaman kehancuran ekologis secara nyata tengah membayangi Pantai Solop, salah satu ikon wisata alam dan benteng pesisir andalan di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir. Laju abrasi yang kian tak terkendali setiap tahunnya perlahan tapi pasti mulai mengikis daratan dan merusak tatanan sosial ekonomi masyarakat setempat. Sungguh ironis, di tengah gencarnya jargon pembangunan daerah, warisan alam yang bernilai tinggi ini justru dibiarkan merana tanpa adanya solusi konkret yang dapat menghentikan laju kerusakan tersebut.

Kerusakan lingkungan yang terjadi di Pantai Solop bukan sekadar ancaman hilangnya spot wisata, melainkan lonceng kematian bagi ekosistem pesisir serta kelangsungan hidup para nelayan tradisional. Apabila dibiarkan tanpa penanganan darurat yang taktis, pantai indah ini akan segera lenyap dari peta pariwisata Riau. Masyarakat menilai, selama ini perhatian pemerintah terkesan setengah hati dan hanya berkutat pada tataran kajian seremonial yang minim eksekusi riil di lapangan.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas lambannya respons birokrasi dalam menanggapi bencana abrasi ini. Baginya, Pantai Solop adalah identitas budaya, ruang ekonomi warga, sekaligus pelindung wilayah mereka dari terjangan ombak besar Selat Malaka yang dinamis.

"Pantai Solop merupakan kebanggaan sekaligus benteng pertahanan ekologis warga Desa Pulau Cawan. Kami mendesak pemerintah untuk segera menghentikan abrasi ini dengan program rehabilitasi pesisir secara masif dan pembangunan pemecah gelombang yang permanen. Jangan menunggu sampai wilayah kami tenggelam baru tindakan penyelamatan dilakukan. Ini menyangkut hidup mati generasi mendatang," tegas S. Khairul Hanafiah.

Khairul menekankan bahwa pembiaran terhadap kerusakan Pantai Solop akan meruntuhkan perekonomian mikro warga lokal yang selama ini menggantungkan nasibnya pada sektor pariwisata dan jasa perikanan di sekitar area pantai.

Keresahan serupa dirasakan langsung oleh masyarakat adat dan nelayan pesisir. Mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana batas pantai terus bergeser ke daratan akibat terkikis ombak besar tanpa tameng pelindung. Warga menuntut aksi nyata dari pemerintah pusat maupun daerah berupa pembangunan tanggul pengaman pantai yang kokoh serta penanaman kembali vegetasi bakau pelindung (mangrove).

Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, mengikrarkan kesiapan pemuda desa untuk memimpin gerakan konservasi mandiri. Namun, ia menyadari gerakan swadaya pemuda akan sia-sia jika tidak disokong oleh regulasi ketat serta dukungan anggaran yang proporsional dari pemerintah.

"Kami tidak ingin warisan alam ini hanya tinggal cerita bagi anak cucu kami kelak. Pemuda siap melakukan aksi nyata seperti menanam kembali mangrove dan menjaga kebersihan pesisir secara swadaya. Tetapi, pemerintah tidak boleh menutup mata dan harus mengalokasikan anggaran prioritas guna membiayai infrastruktur pelindung pantai yang memadai," ujar Ramlan dengan nada kritis.

Penyelamatan Pantai Solop kini berada di titik nadir. Masyarakat Indragiri Hilir menuntut pemerintah segera menyusun kebijakan anggaran darurat untuk menyelamatkan garis pantai yang kian kritis ini. Keberpihakan pemerintah kini diuji: apakah akan bertindak cepat menyelamatkan lingkungan, atau membiarkan Pantai Solop terkikis habis menjadi legenda yang hilang.(@Redaksi)

Pantai Solop Menunggu Penyelamatan: Warisan Alam Inhil Harus Menjadi Prioritas Pembangunan Daerah

Views Juli 17, 2026

Pantai Solop Warisan Alam Inhil yang Mulai Tertinggal

Indragiri Hilir – Pantai Solop di Desa Pulau Cawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki Provinsi Riau. Keindahan hamparan pasir, panorama laut, serta ekosistem pesisir yang masih alami menjadikan kawasan ini memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan sekaligus penyangga kehidupan masyarakat pesisir. Namun di balik pesonanya, Pantai Solop kini menghadapi ancaman serius berupa abrasi yang terus mengikis garis pantai dari tahun ke tahun.

Fenomena tersebut tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan, wisata, dan usaha kecil di sekitar kawasan pantai. Jika tidak segera ditangani melalui langkah yang terencana dan berkelanjutan, masyarakat khawatir Pantai Solop akan kehilangan daya tarik sekaligus fungsi ekologisnya sebagai benteng alami wilayah pesisir.

Kondisi abrasi yang terus berlangsung menjadi perhatian berbagai kalangan di Desa Pulau Cawan. Masyarakat berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat menjadikan penyelamatan Pantai Solop sebagai salah satu prioritas pembangunan, mengingat kawasan tersebut memiliki nilai strategis bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Pulau Cawan, S. Khairul Hanafiah, mengatakan bahwa Pantai Solop bukan sekadar objek wisata, tetapi merupakan aset daerah yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan yang harus dijaga bersama. Menurutnya, upaya penyelamatan kawasan pesisir memerlukan dukungan nyata dari seluruh tingkatan pemerintah agar kerusakan yang terjadi tidak semakin meluas.

"Pantai Solop adalah kebanggaan masyarakat Desa Pulau Cawan sekaligus salah satu ikon Kabupaten Indragiri Hilir. Kami berharap pemerintah memberikan perhatian lebih serius melalui program penanganan abrasi, rehabilitasi kawasan pesisir, serta pembangunan infrastruktur yang mampu melindungi garis pantai. Ini bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi juga demi keberlanjutan generasi mendatang," ujar S. Khairul Hanafiah.

Ia menambahkan bahwa pemerintah desa terus berupaya menyampaikan kondisi riil di lapangan kepada berbagai pihak agar kebutuhan penanganan kawasan pesisir dapat masuk dalam program pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan Pantai Solop.

Suasana Pantai Solop yang kian Mengkhawatirkan

Perwakilan masyarakat Desa Pulau Cawan juga menyampaikan harapan agar penyelamatan Pantai Solop tidak berhenti pada pembahasan dan kajian semata. Warga menginginkan adanya langkah konkret berupa pembangunan infrastruktur pengaman pantai, rehabilitasi hutan mangrove, serta program pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

"Kami hidup berdampingan dengan pantai ini sejak lama. Kami melihat sendiri bagaimana abrasi perlahan mengurangi daratan yang dulu menjadi tempat beraktivitas masyarakat. Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar kerusakan tidak semakin parah. Menyelamatkan Pantai Solop berarti menyelamatkan masa depan masyarakat pesisir," ujar salah seorang perwakilan masyarakat.

Menurut warga, keberadaan Pantai Solop memiliki manfaat yang jauh lebih luas dibandingkan sektor pariwisata semata. Kawasan tersebut menjadi penyangga ekosistem pesisir, mendukung aktivitas nelayan, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal. Oleh karena itu, upaya pelestarian dinilai akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Pemuda Desa Pulau Cawan, Ramlan, menegaskan bahwa generasi muda siap menjadi bagian dari gerakan penyelamatan Pantai Solop. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari masyarakat sendiri, namun dukungan pemerintah tetap menjadi faktor utama agar program pelestarian dapat berjalan secara efektif.

"Pemuda memiliki tanggung jawab menjaga warisan alam yang kita miliki. Kami siap terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove, aksi bersih pantai, edukasi lingkungan, hingga mendukung berbagai program konservasi. Namun upaya tersebut harus diiringi dengan kebijakan pemerintah yang berpihak pada perlindungan kawasan pesisir sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Ramlan.

Ia juga berharap Pantai Solop dapat dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis konservasi yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Menurutnya, pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Pulau Cawan maupun Kabupaten Indragiri Hilir secara keseluruhan.

Harapan masyarakat kini tertuju pada hadirnya kebijakan yang diwujudkan dalam aksi nyata. Penanganan abrasi, rehabilitasi ekosistem pesisir, dan pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga keberadaan Pantai Solop. Sebagai salah satu warisan alam Kabupaten Indragiri Hilir, Pantai Solop tidak hanya layak dipertahankan, tetapi juga harus ditempatkan sebagai prioritas pembangunan daerah agar tetap menjadi kebanggaan masyarakat dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang.(@Red)

Sempena Hari Koperasi 2026, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri Melakukan Launching Buku Karya Pemuda Kabupaten Lingga

Views Juli 15, 2026

Gambar: Laonching dan Serah Terima Buku kepada Kepala Dinas Koperasi Provinsi Kepri 

Tanjungpinang – Semangat Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya diwarnai dengan penguatan kelembagaan koperasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi momentum lahirnya sebuah karya literasi yang mengangkat realitas pembangunan ekonomi kerakyatan di wilayah kepulauan.

Bertempat di Aula Pertemuan Hotel Aston Tanjungpinang, kegiatan peringatan Hari Koperasi Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (14–15 Juli 2026), menjadi saksi peluncuran buku berjudul "Menepis Gelombang Menuai Harapan", karya putra Kabupaten Lingga, Azrani Ery Saputra bin Azir.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau sebagai salah satu rangkaian kegiatan resmi Hari Koperasi Tahun 2026. Momentum ini menjadi simbol bahwa pembangunan koperasi tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program, tetapi juga dokumentasi, refleksi, serta narasi yang mampu menjadi referensi bagi generasi berikutnya.

Sekaligus simbolis menandatangani buku tersebut, acara ini juga dibuka diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau **Riki Rionaldi, S.STP., M.Si.**, jajaran Dekopin Provinsi Kepulauan Riau, para Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pengurus koperasi sekunder dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, para dosen dan akademisi dari Tanjungpinang, Bintan, dan Batam, serta perwakilan berbagai pihak swasta yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.

Peluncuran buku tersebut memberikan warna berbeda pada peringatan Hari Koperasi tahun ini di Provinsi Kepri khususnya. Selama ini, peringatan Hari Koperasi identik dengan seminar, pameran UMKM, pelatihan, maupun penghargaan bagi koperasi berprestasi. Namun, hadirnya sebuah buku yang mengangkat pengalaman lapangan dalam membangun koperasi di daerah kepulauan dinilai menjadi nilai tambah yang penting.

Buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan" lahir dari pengalaman langsung penulis ketika mendampingi pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lingga.

Alih-alih menyajikan teori pembangunan yang bersifat akademis semata, buku tersebut menghadirkan potret nyata kehidupan masyarakat pesisir, tantangan geografis wilayah kepulauan, perjuangan para pengurus koperasi, hingga harapan besar terhadap masa depan ekonomi masyarakat.

Kisah-kisah yang ditulis menggambarkan bagaimana pembangunan koperasi di daerah kepulauan tidak selalu berjalan mudah. Faktor transportasi laut, keterbatasan jaringan komunikasi, akses perbankan, distribusi logistik, hingga ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak menjadi bagian dari realitas yang masih dihadapi.

Gambar: Kehadiran berbagai stakholder Kepri dalam acara peluncuran buku 

Buku yang dibangun melalui pendekatan fakta,data dan sentuhan sastra ini, menjadikan penulis berusaha menunjukkan bahwa di balik berbagai tantangan tersebut masih tersimpan optimisme besar apabila koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi atas lahirnya karya literasi buku tersebut.

Menurutnya, kehadiran buku yang mengangkat pengalaman lapangan memiliki nilai strategis karena mampu menjadi dokumentasi perjalanan pembangunan koperasi di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menilai pengalaman yang dituangkan dalam buku tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para pengurus koperasi, pendamping, akademisi maupun pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pengembangan koperasi ke depan.

Selain menjadi dokumentasi sejarah, buku seperti ini dinilai mampu memperkuat budaya literasi di lingkungan gerakan koperasi yang selama ini masih relatif terbatas.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap generasi muda Kepulauan Riau agar terus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai penulis, Azrani Ery Saputra bin Azir mengaku bahwa proses penyusunan buku tersebut berangkat dari pengalaman yang ia temui secara langsung selama bertugas di berbagai desa kepulauan.

Menurutnya, banyak kisah perjuangan masyarakat yang tidak pernah terdokumentasikan secara utuh.

Ia melihat bagaimana para nelayan, pengurus koperasi, aparatur desa, hingga masyarakat kecil terus berusaha bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

Penulis berharap buku tersebut bukan hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi bahan refleksi bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah gotong royong yang dapat menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara baik.

Di sela peluncuran buku, penulis dalam kesempatan pidato sambutannya menyampaikan harapan yang cukup sederhana namun penuh makna.

Penanda tanganan buku oleh Kadis Koperasi dan UMKM Prov.Kepri 

Ia berharap buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan" yang lahir dari salah satu wilayah terluar Indonesia ini suatu hari dapat sampai ke tangan Presiden Prabowo Subianto. Harapan tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk kebanggaan pribadi, melainkan agar pengalaman masyarakat pesisir Kepulauan Riau dapat diketahui secara langsung oleh pemimpin negara.

Melalui buku tersebut, penulis ingin memperlihatkan bagaimana implementasi pembangunan ekonomi kerakyatan berlangsung di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik sangat berbeda dibandingkan wilayah daratan.

Ia berharap berbagai pengalaman yang dituangkan di dalam buku dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat kebijakan pembangunan desa, koperasi, dan ekonomi masyarakat pesisir di masa mendatang. Presiden Prabowo sendiri dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat dan semangat nasionalisme.

Peluncuran buku ini juga memperoleh perhatian dari kalangan akademisi yang hadir. Menurut sejumlah dosen dan peneliti, buku yang ditulis berdasarkan pengalaman lapangan memiliki nilai ilmiah tersendiri karena mampu menghadirkan data sosial secara naratif. Literatur semacam ini dapat menjadi referensi pendukung bagi mahasiswa, peneliti, maupun pemerintah dalam memahami dinamika pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka menilai bahwa pengalaman empiris sering kali memberikan perspektif yang tidak ditemukan dalam laporan administratif maupun kajian teoritis.Karena itu, dokumentasi seperti ini penting untuk terus dikembangkan sehingga menjadi bagian dari penguatan literasi pembangunan daerah.

Di Provinsi Kepulauan Riau, berbagai program penguatan kelembagaan koperasi terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, perluasan akses pembiayaan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri yang membutuhkan inovasi dalam tata kelola koperasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan koperasi di daerah. Peluncuran buku tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun ekosistem koperasi yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kaya akan dokumentasi, penelitian, dan literasi.dan tentunya bagi masyarakat Kabupaten Lingga, peluncuran buku tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Karya seorang pemuda daerah yang berhasil diluncurkan pada momentum resmi Hari Koperasi tingkat Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya intelektual.

Kabupaten Lingga yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan budaya Melayu. Melalui buku tersebut, berbagai potensi sekaligus tantangan pembangunan daerah kepulauan ikut diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas. 

Bagi masyarakat yang ingin membaca ataupun memiliki buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan", penulis menyediakan akses pembelian secara daring melalui situs resmi bukunya:

Buku tersebut juga tersedia dalam format digital sehingga dapat menjangkau pembaca dari berbagai daerah. Kehadirannya turut didukung oleh kanal distribusi digital.

Peluncuran "Menepis Gelombang Menuai Harapan" menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian Hari Koperasi Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau.

Di tengah berbagai agenda penguatan kelembagaan koperasi, lahirnya sebuah karya literasi menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya membutuhkan modal dan kebijakan, tetapi juga dokumentasi pengalaman, gagasan, serta semangat untuk berbagi pengetahuan.

Melalui buku tersebut, perjalanan masyarakat pesisir, perjuangan koperasi, serta harapan akan masa depan ekonomi kerakyatan terekam dalam bentuk yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar ketika tidak hanya dikerjakan, tetapi juga ditulis, didokumentasikan, dan dibagikan kepada masyarakat luas.(@red)

Selamatkan Warisan Alam Pulau Cawan INHIL: Jangan Biarkan Pantai Solop Tinggal Kenangan dalam Lagu

Views Juli 09, 2026

 

Gambar kondisi Pantai Solop Desa Pulau Cawan

Mandah, Indragiri Hilir – Di ujung pesisir Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, terbentang sebuah kawasan yang tidak hanya menawarkan panorama alam yang memikat, tetapi juga menyimpan sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat pesisir. Kawasan itu adalah Pantai Solop, destinasi wisata yang telah lama menjadi ikon Kabupaten Indragiri Hilir dan salah satu kebanggaan masyarakat Provinsi Riau.

Namun, di balik keindahannya, Pantai Solop kini menghadapi ancaman serius. Abrasi yang terus menggerus bibir pantai dari tahun ke tahun menjadi alarm bagi seluruh pihak. Jika tidak segera ditangani, masyarakat khawatir Pantai Solop perlahan akan kehilangan pesonanya, bahkan terancam hilang dari peta wisata pesisir Indonesia.

Bagi masyarakat Desa Pulau Cawan, Pantai Solop bukan hanya lokasi wisata yang ramai dikunjungi saat hari libur. Pantai ini merupakan bagian dari identitas, ruang hidup, dan warisan alam yang telah menemani kehidupan masyarakat selama puluhan tahun.

 

Pantai Solop memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar objek rekreasi. Kawasan ini menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat pesisir, tempat berkembangnya usaha mikro, lokasi aktivitas nelayan, hingga ruang interaksi sosial dan budaya masyarakat setempat.

Keindahan hamparan pantai yang berpadu dengan kawasan mangrove menjadikan Pantai Solop memiliki daya tarik wisata sekaligus fungsi ekologis yang sangat penting.

Ekosistem mangrove di sekitar kawasan pantai berperan sebagai benteng alami penahan gelombang, habitat berbagai jenis ikan, udang, kepiting, serta tempat berkembang biaknya berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

Ketika kawasan pesisir mengalami kerusakan, bukan hanya sektor pariwisata yang terdampak, tetapi juga keseimbangan lingkungan dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut.

Abrasi Menjadi Ancaman Nyata

Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat mulai merasakan perubahan pada garis pantai. Gelombang laut yang terus menghantam pesisir menyebabkan daratan semakin terkikis.

Kondisi tersebut tidak hanya mengancam kawasan wisata, tetapi juga infrastruktur, vegetasi pantai, dan ekosistem pesisir yang selama ini menjadi pelindung alami Desa Pulau Cawan.

Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah mitigasi melalui pembangunan tembok pemecah ombak (breakwater), rehabilitasi kawasan mangrove, penguatan vegetasi pantai, serta penyusunan tata kelola kawasan pesisir yang berorientasi pada keberlanjutan.

Langkah tersebut dinilai penting agar abrasi tidak semakin meluas dan mengancam keberadaan Pantai Solop di masa mendatang.

Gambar kondisi terkini Pantai Solop - Inhil

Pelestarian Pantai Solop bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Kawasan pesisir yang terjaga akan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari sisi ekonomi, lingkungan, maupun sosial. Sebaliknya, jika kerusakan terus dibiarkan, biaya pemulihan di masa depan akan jauh lebih besar dibandingkan biaya pencegahan yang dilakukan saat ini.

Pantai Solop memiliki potensi untuk berkembang menjadi destinasi wisata bahari kelas nasional apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Konsep wisata berbasis konservasi diyakini mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan ekonomi masyarakat dengan perlindungan lingkungan pesisir.

Bagi masyarakat Indragiri Hilir, nama Pantai Solop telah lama dikenal, bahkan menjadi inspirasi dalam berbagai karya seni dan cerita tentang pesisir Riau. Namun masyarakat berharap, Pantai Solop tidak hanya hidup dalam lirik lagu atau cerita nostalgia.

Mereka ingin anak-anak dan cucu mereka kelak masih dapat menyaksikan hamparan pasir, menikmati angin laut, melihat hutan mangrove yang hijau, dan merasakan keindahan Pantai Solop sebagaimana yang dirasakan masyarakat hari ini.

Karena itu, penyelamatan Pantai Solop harus menjadi agenda bersama yang melibatkan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, akademisi, dunia usaha, organisasi lingkungan, serta masyarakat.

Pantai Solop adalah aset alam yang tidak tergantikan. Sekali hilang akibat abrasi dan kerusakan lingkungan, proses pemulihannya akan membutuhkan waktu puluhan bahkan ratusan tahun.

Melindungi Pantai Solop berarti menjaga benteng pesisir, mempertahankan sumber penghidupan nelayan, melestarikan ekosistem mangrove, memperkuat sektor pariwisata, sekaligus mewariskan kekayaan alam kepada generasi berikutnya.

Pantai Solop bukan sekadar destinasi wisata, tetapi identitas masyarakat pesisir Riau. Tanpa langkah nyata dalam penanganan abrasi dan pengelolaan berkelanjutan, generasi mendatang dikhawatirkan hanya mengenalnya melalui lagu dan cerita. Pantai Solop memiliki nilai wisata dan ekologi yang telah lama menjadi kebanggaan Kabupaten Indragiri Hilir.

Harapan masyarakat Desa Pulau Cawan sederhana: jangan menunggu hingga Pantai Solop benar-benar hilang baru kemudian bertindak. Selamatkan hari ini, agar anak cucu esok masih dapat menyaksikan keindahan warisan alam Indragiri Hilir, bukan hanya mendengarnya melalui lagu dan cerita. (red)

Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam, dihadiri calon Wakil Gubernur Dr. H. Nurdin Basirun beserta calon wakil Walikota Batam Bapak Amsakar Ahmad, Minggu (25/10).
Kegiatan yang diselenggarakan digedung balai adat Kota Batam ini dalam rangka selain silaturrahim dan Tabliq Akbar, hal tersebut juga dalam rangka temu ramah bersama alumni yang tamatan dari pondok pesantren Musthafawiyah se-Provinsi Kepri.
dihadapan para Ustaz mengungkapkan betapa senangnya beliau karena berada ditengah-tengah para ustaz yang selalu menciptakan keindahan dan kedamaian dalam bermasyarakat untuk menciptakan masyarakat Kepri yang madani yang beriman dan ber akhlak mulia yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
dan suasana seperti ini menurut Nurdin suasana yang sangat famili, dan suasana seperti ini sudah kami bangun di Kab. Karimun sejak dahulu sampai sekarang. dan kita harapkan suasana seperti ini bisa kita bangun bersama di Provinsi Kepri kedepan agar negeri kita tercinta ini Kepri akan selalu mendapatkan keberkahan disisi Allah, ungkap Nurdin.
Kedepan sebagai proritas peningkatan iman dan taqwa kami bersama bapak H.M. Sani akan menciptakan program hapalan Al-Quran satu hari satu ayat bagi anak-anak kepulauan riau. dan harapan kita semua program ini untuk pengenalan dan pemahaman nilai-nilai Al-Quran bagi anak-anak kita kedepan, dan program-program tersebut sudah kami laksanakan ketika kami (Nurdin) masih menjabat sebagai Bupati Karimun. dan diakhir sambutannya Nurdin mengungkapkan semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat selalu mendapat berkah dan amalan yang kita pada hari ini akan lebih baik dari hari kemarin. 
From : Tim KKB

Dr. H. Nurdin Basirun lepas gerak jalan santai di warga perumahan kijang kencana Kota Tanjung Pinang

Views Oktober 28, 2015
Dr. H. Nurdin Basirun lepas gerak jalan santai di warga perumahan kijang kencana 1,2 dan mutiara bintan kelurahan batu sembilan kec. kijang kencana kota tanjung pinang, minggu (25/10).
menurut Nurdin dirinya tidak asing lagi dengan suasana seperti ini dan semoga dengan jalan santai ini tubuh kita akan semakin sehat dan pikiran kita akan menjadi bersih. selain itu juga jalan santai yang kita lakukan ini dapat meningkatkan silaturrahim yang sangat
harapan Nurdin kepada warga ini bukanlah pertemuan yang pertama dan teraher antara kita semua, akan tetapi ini adalah awal bagi kita untuk sama-sama membangun Provinsi Kepulauan Riau ini akan lebih baik lagi kedepannya. dan Nurdin juga mengharapkan dukungan dan doa restu dari warga masyarakat kijang kencana atas pencalonan beliau bersama bapak H.M. Sani selaku calon Gubernur Kepri periode 2016-2021 nomor urot satu, karena tanpa adanya dukungan dan doa restu kami tidak akan ada apa-apanya bagi masyarakat Kepri.
seusai pelepasan jalan santai Nurdin beserta rombongan ikut serta mengikuti jalan santai tersebut hingga akhir dan dilanjutkan dengan kegiatan senam sehat bersama dan makan bersama masyarakat kijang kencana.
erat antar sesama kita warga masyarakat di kec. kijang kencana pada umumnya dan bagi perumahan kijang kencana pada khususnya.

Silaturrahim bersama Masyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK Grup rumpun nelayan Kecamatan seri kuala lobam Kabupaten Bintan

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim bersama msyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK gerub rumpun nelayan kec. seri kuala lobam kab. Bintan senin (19/10).
Adi M. Nur selaku ketua panitia Harapan para nelayan untuk dapat menjadikan nelayan yang mandiri demi kehidupan sehari.
Ka. Himpunan nelayan Saparudin, mendukung dan menyatakan sikap kepada sanur Sani-Nurdin menjadi pemimpin kepri periode 2016-2021, dan harapan kami, jika bapak terpilih nantinya, bapak dapat mendukung kami para nelayan di lobam ini, krn kami para nelayan tidak tahu hukum dan pendidikan yang tinggi. Krn jika seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita tidak inginkan terjadi ada tempat kami mengadu, sesuai kita semua ketahui bahwa daerah kita merupakan darah yang berbatasan dengan negara lain.
Nurdin Basirun. Saya sudah terbaca pemikiran msyarakat membutuhkan perubahan apa lg buat para nelayan menjadi sejahtera. Apa lagi pada siangnya nurdin sudah belusukan ke kampung-kampung nelayan di bintan ini. Selama saya memimpin karimun kelompok nelayan ini sangat saya perhatikan krn kita merupakan daerah perairan yang manyoritas penduduk kepri ini adalah kerjanya nelayan.
Apa yang kita lakukan hari ini adalah tugas dalam rangka mencari ridho Allah dan hablum minannas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat nelayan pada khususnya. Dalam belusukan yang saya lihat di kelompok nelayan banyak yang diberikan bantuan itu yang sia-sia dengan tidak dimamfaatkan sebagai mana mestinya. Sebagaimana sesampainya Nurdin siangnya didesa teluk sasah kec. Seri kuala lobam, Nurdin berharap kepada para warga masyarakat tang berada dipinggiran pantai untuk dapat menjaga pantai dan laut kita agar tanpak bersih dan ikan akan datang di daerah kita dan semoga daerah ini akan dapat menjadi daerah pariwisata untuk penunjang perekonomian masyarakat. Dan kedepan kita harapkan sebelum kita memberi bantuan mari kita berondeng bersama-sama apa yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan kita tidak mau bantuan itu sia-sia saja tidak sesuai dengan harapan bapak-bapak nelayan. Dan harapan ini bisa kami lakukan jika kami duduk nanti dan semua itu terletak pada tangan dingin bapak dan ibu untuk mendukung kami sebagai pemimpin kepri kedepan. Dan harpan Nurdin pada nelayan semua untuk tidak buang sampah di bibir pantai dan laut kita agar lingkungan laut bersih dan ikan pun banyak datang dilaut kita. Dan kepada para ketua kelompok nelayan yang baru diberikan Surat Keputusan SK agar dapat bekerja dengan sebaiknya karena tugas ini merupan amanah yang di berikan oleh masyarakat kepada bapak-bapak maka peganglah amanah ini dengan baik agar para masyarakat kita akan semakin sejahtera.

DR.H. Nurdin Basirun pulang kampung halamannya di kec. moro dan bersilaturrahim

Views Oktober 13, 2015
Dr.H. Nurdin Basirun pulang kampung halamannya di kec. moro dan bersilaturrahim serta mohon doa restu pada masyarakat atas pencalonannya sebagai wakil gubernur mendapingi bapak H.M. Sani sebagai gubernur kepri periode 2016-2021, sabtu (10/10).
nurdin basirun beserta rombongan di sambut masyarakat setibanya di pelabuhan moro dan kemudian diiring menuju ke lokasi kegiatan sekali gus makan siang bersama. 
nurdin mengungkapkan kegiaatan ini juga sama ini lakukan beberapa tahun yang lalu ketika ia ingin mencalonkan sebagai wakil bupati karimun, dan sekarang juga saya lakukan dengan tanpa ada rencana yang matang sebelum-sebelumnya akan tetapi ini saya lakukan secara sepontanitas akan tetapi terkejut saya alhamdulillah sambutan yang sangat hangat nurdin rasakan karena masyarakat moro sudah berbondong-bondong hadir pada pertemuan tersebut. 
bahkan salah seorang tokah masyarakat moro bapak H. Bahar mengatakan kami masyarakat moro sudah siap menghantarkan bapak Dr. H. Nurdin basirun menjadi wakil gubernur mendampingi bapak H.M. sani selaku gubernur kepri periode 2016-20121 menuju kemenangan pada pilkada tanggal 09 desember 2015 ini. 
Nurdin berharap kepada masyarakat moro untuk bulatkan tekat bersama-sama untuk siap menjadikan anak moro sebagai pemimpin kepri kedepan. 
dan saya yakin bahwa suara masyarakat moro tidak akan bisa dibeli dengan uang dan jika ada beberapa orang yang melenceng semoga kita doakan ia dapat kembali kejalan yang benar, ungkap nurdin 
seusai pertemuan bersama mayarakat moro nurdin beserta rombongan kembali melanjutkan perjalanannya ke kota kundur utara tepatnya di dusun IV Srimulio desa tg. berlian barat kec. kundur utara kab. karimun.
oleh : Tim KKB

Dr.H.Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec.Tebing Karimun

Views Oktober 07, 2015
Karimun- sabtu (26/9). Dr. H. Nurdin Basirun menghadiri acara wirid bulanan Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) Kec. Tebing di mesjid Darussalam Kel. Pamak Kec. Tebing, sabtu (26/9). 
kehadiran Nurdin pada saat ini berbeda dengan kehadirannya waktu-waktu yang terdahulu, yang biasa kedatangannya selaku Bupati karimun akan tetapi kedatangannya pada acara BKMT sebagai ustaz untuk memberikan pencerahan bagi ibu-ibu BKMT kec. Tebing, hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang panitia ketika menyambut kedatangan Nurdin di mesjid Darussalam. 
Nurhayati selaku ketua BKMT kec. tebing mengatakan kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tiap bulan yang dilselenggarakan oleh ibu-ibu BKMT kec. Tebing. 
tanpak berdeda hari ini kita telah didatangi oleh seorang ustaz kondang bapak DR. H. Nurdin Basirun, kami harapkan bapak dapat memberikan pencerahan kepada kami semua demi kelancaran kegiatan ibu-ibu BKMT kec. tebing. 
Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah sebuah kegiatan yang bersifat pengorbanan yakni pengorbanan dalam meningkatan keimanan dan ketaqwakan kepada Allah SWT. dan semoga pengorbanan yang kita lakukan ini dapat dibalas dengan catatan amal dan menambahkan pahala bagi kita semua yang hadir pada hari ini.
dan diakhir pengorbanan kita dapat dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan ibadan Umrah dan Haji. 
dan yang paling terpenting marilah sama-sama kita dapat tingkatkan silaturrahim dan kebersamaan. 
kontribusi yang dilakukan oleh ibu-iubu BKMT sangatlah besar dalam peningkatan prekonomian di daerah kita khususnya bagi Kab. karimun dan Prov. Kepri pada umumnya 
pemerintah tidak bisa bergerak sendirinya jika tanpa adanya dorongan dan kerja sama dari segala pihak baik dari masyarakat maupun ormas-ormas salah satunya ibu-ibu BKMT seperti ini. 
selain pengembangan dibidang ekonomi dan pembangunan, akan tetapi pengembangan dibidang agama itu sangat penting, maka dari itu kita selalu meningkatkan pengembangan dibidang agama agar dapat menjadi ikon bagi kab. karimun kedepan. 
marilah kita sama-sama menjemput keberkahan agar permasalah yang kita alami seperti dipisit di karimun dapat berjalan dengan baik. 
sesuai dengan ayat yang dibacanya "jika seandainya penduduk negeri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami akan limpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi, akan tetapi jika mereka mendustakannya maka kami akan siksa meraka disebabkan perbuatannya" 
maka dari itu jika selama saya menjabat sebagai Bupati karimun selama 10 tahun itu merupakan keberkahan buat saya dan masyarakat maka di tanggal 09 desember 2015 nantilah jawabannya, tangan dingin bapak dan ibu-ibulah menentukan segalanya. ungkap nurdin diakhir sambutannya

Tim KKB


Dr.H. Nurdin Basirun kunjungi pasar baru kota tanjung pinang seusai shalat subuh berjamaah

Views Oktober 05, 2015
Tanjung Pinang - minggu (4/10). - 
Dr.H. Nurdin Basirun kunjungi pasar baru kota tanjung pinang seusai shalat subuh berjamaah.
Kebiasaan ini sering dilakukan nurdin baik dimana pun daerah yang iya kunjungi di provinsi kepri. tujuan nurdin meninjau ke pasar-pasar adalah untuk meninjau secara langsung kondisi yang dialami oleh para pedagang baik masalah kondisi harga barang dan lokasi pasar apakah sudah memadai dan cita-cita nurdin ingin menjadikan pasar-pasara dikepri ini menjadi tempat pasar yang aman nyaman dan bersih. dan dalam kesempatan tersebut tujuannya juga ingin bersilaturrahim bersama para pedagang dan pembeli, karena dengan silaturrahim dan kebersamaan ini lah kita bisa meningkatkan mutu prekonomian dan pembangunan di kepri ini, ungkap nurdin. 


Tim KKB

Dr.H. Nurdin Basirun menghadiri acara gerak jalan santai yang diselenggarakan oleh keluarga besar teluk keriting di tanjung pinang

Views Oktober 05, 2015
Tanjung Pinang - Minggu (4/10). Dr.H. Nurdin Basirun menghadiri acara gerak jalan santai yang diselenggarakan oleh keluarga besar teluk keriting di tanjung pinang.
pelaksanaan ini bertujuan untuk mengajak masyarakat kepri dan masyarakat teluk keriting pada khususnya untuk mengolahragakan masyarakatb dan memasyarakatkan olahraga.

Nurdin Basirun sebelum melepaskan peserta gerak jalan santai mengajak kepada mayarakat untuk selalu gemar melaksanakan ola raga agar supaya tubuh akan semakin sehat dan selalu meningkatkan silaturrahim dan kebersamaan. 
dimana pun nurdin berada ia selalu mengajak kepada masyarakat untuk selalu menjaga silaturrahim dan kebersamaan karena ini adalah ujung tombak sebuah kesuksesan dalam pembangunan pada suatu daerah dan hal tersebut juga untuk mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wata’ala

nurdin berharap kepada warga dan masyarakat teluk keriting untuk selalu dapat menjaga ini semua agar lebih baik lagi kedepannya. 
dan iya jugak berharap supaya warga dapat membangun sebuat gedung serbaguna untuk wadah perkumpulan bagi masyarakat teluk keriting. dan hal tersebut dengan rasa solidaritas serta tingkatan sosial yang tinggi nurdin membantu warga masyarakat teluk keriting dengan bantuan dana pembebasan lahan tanah tempat pembangunan gedung serbaguna tersebut sebanyak RP. 50 jt, kepada masyarakat teluk keriting. 
dan kemudian Nurdin mengikuti jalan santai dengan selesai bersama masyarakat teluk keriting.

Tim KKB

Batam-Bintan akan Terhubung Jembatan Sepanjang 6,7 Km Senilai Rp 3 Triliun

Views Oktober 02, 2015

Seogwipo - Pulau Bintan dan Batam (Babin) bakal terhubung dengan sebuah jembatan dengan bantuan dari Korea Selatan (Korsel). Dana yang dibutuhkan untuk jembatan ini sebesar Rp 3 triliun.

"Jembatan Batam-Bintan ini proyek yang sangat monumental di Sumatera karena menghubungkan dua pulau besar," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Menko Perekonomian Dedy Priatna Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat (12/10/2012).

Jembatan sepanjang 6,7 Km ini akan menghubungkan dua pulau yang menjadi bagian dari zona perdagangan bebas di regional. Kedua pulau tersebut juga punya peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebanyak 1.200 perusahaan menanamkan modalnya di Batam, sementara pulau Bintan sebanyak 40 perusahaan yang berada di industri agrikultur, wisata, dan perdagangan.

"Pengembangan jembatan Babin ini akan memudahkan akses dan konektivitas antar kedua pulau sehingga meningkatkan ekonomi di area sekitar," ujarnya.

Pulau-pulau lain yang diperkirakan akan kecipratan dana gairah pertumbuhan ekonomi antara lain pulau Rempang, Galang dan Galang Baru.

Jembatan ini akan dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama akan menghubungkan Batam dan pulau Tanjung Sau, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke Pulau Buau di tahap ketiga.

Sedangkan di tahap ketiga, penghubungan Pulau Buau dengan Bintan. Rencananya sebanyak 40% dari kebutuhan dana itu akan diambil dari pinjaman, 60% sisanya dari modal sendiri.

Modal sendiri yang dimaksud adalah patungan dari beberapa pihak, yaitu pemprov Riau dan pemkot Tanjung Pinang. Jembatan itu akan dioperasikan oleh perusahaan patungan antara pemerintah dengan swasta.

Hasil studi kelayakan yang terakhir kali dilakukan pada 2010 menunjukkan, jembatan itu akan dilalui oleh 9.189 mobil dan 6.500 motor per hari. Tarif keekonomian jembatan itu diperkirakan Rp 66.120 sekali jalan.

Sumber Berita dan Gambar :
m.detik.com/finance/read/2012/10/12/192111/2061529/4/batam-bintan-akan-terhubung-jembatan-sepanjang-67-km-senilai-rp-3-triliun

Dr.H. Nurdin Basirun beserta rombongan disambut hangat oleh pendukung dan simpatisan serta warga masyarakat Dabosingkep Kabupaten Lingga

Views Oktober 01, 2015
Lingga, Kehadiran Dr.H. Nurdin Basirun beseta rombongan disambut hangat oleh pendukung, dan simpatisan serta warga masyarakat dabok kab. lingga, .Nurdin di sambut dari pelabuhan dabo pada pukul 15.00 wib dan diiring menuju lapangan sepak bola mahkota gelamet desa kote kec. singkep pesisir kab. lingga. sebelum sampainya dilapangan Nurdin sempat melaksanakan shalat berjamaah di mesjid nurul shalah desa kute yang memang mesjid tersebut bersebelahan di lapangan bola tersebut,dan kemudian nurdin beserta rombongan menuju kelokasi kegiatan.
sesampainya dilapangan kembali nurdin sambut dan diarak dengan kompang serta pencak silat
dari masyarakat kute. permasadi selaku ketua pelaksana kegiatan mengatakan kegiatan sepak bola ini diselenggarakan dua tahun sekali open bagi Kab. Lingga, dengan jumlah tim yang mengikuti sebanyak 68 tim dan diselenggarakan selama 40 hari, untuk juara pertama hadiah uang saguhati sebanyak 25 jt juara dua 17 jt, juara tiga 10 jt dan juara empat 5 Jt. dalam kesempatan tersebut Nurdin sempat memberikan sambutan yang diawali dengan pemukulan tanda pertandingan resmi di mulai.
nurdin juga mengharapkan dengan kegiatan ini kita dapat meningkatkan silaturrahmi dan kebersamaan dalam pembangunan lingga kedepan, tingkatkan sportivitas dalam bertanding, dan nurdin mendoaakan semoga kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan lancar sampai dengan selesai nanti. nurdin juga mengajak kepada masyarakat lingga mari bersama-sama bergandengan tangan bersama pemerintah dalam mengembangkan pemmbangunan di lingga ini, karena menurutnya lingga ini adalah daerah yang sangat menjanjikan di kepri ini apa lagi di bidang pariwisata karena alam lingga ini sangat indah dan sangat pantas untuk di kembangkan. dan ungkapnya juga kedepan kita harapkan lapangan pertandingan ini akan dibangun stadion yang indah apa lagi letaknya strategis dipinggiran pantai.
nurdin juga sempat menyinggung masalah pilkada yang sebentar lagi datang pada tanggal  09 desember 2015 yang akan datang, kita harapkan pesta demokrasi yang sebentar lagi dating kita semua dapat menjalankan ini dengan baik dan menjadikan pilkada yang bersih, pilihlah sesuai hati nurani bapak dan ibu yang sesuai dengan akidah kita masing-masing dan semoga pemimpin yang terpilih nantinya pemimpin yang benar-benar mampu bisa membawa kepri menjadi lebih baik lagi yang selalu beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. dan harapnnya juga jangan lah pilkada yang sebentar ini akan dapat menjadikan kita berpecah belah sikut sanani sikut sini sehingga akan mendapatkan dampak yang negatif bagi warga masyarakat kita.
adapun eksebisi perdana antara PS. Olstar Karimun VS pesisir legen lingga. yang diawali dengan tepung tawar yang dilakukan oleh Nurdin yang didampingi sekda lingga beserta para orangtua pemuka agama, agar pertandingan ini dapat berjalan dengan baik dan tidak ada gangguan dan rintangan apapun. nurdin dan sekda lingga turut ikut serta dapat pertandingan nurdin menguatkan timnya dari karimun dan sekda lingga pak Aini menguatkan tim dari kab. linga. seusai pembukaan bola kaki nurdin melanjutkan perjalanannya bersilaturrahim bersama msyarakat dabok, dengan datang keposko pemenangan sanur serta ada beberapa tempat simpatisan dan pendukung sanur yang siap menjadikan sanur menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2016-20121. dan kemudian paginya nurdin beserta rombongan melanjutkan perjalanannya menuju kembali.

Tim KKB

Jokowi Mau Batam-Bintan-Karimun Jadi Kawasan Bebas Tahun Ini

Views September 30, 2015

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan bawahannya untuk segera menjadikan Batam-Bintan-Karimun sebagai kawasan terpadu perdagangan bebas pada tahun ini. Kebijakan ini dalam rangka menampung potensi investasi yang tidak tertampung di Singapura.

Hal itu disampaikan oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan, yang juga merangkap sebagai Kepala Kantor Kepresidenan di Istana Presiden, Jumat (21/8).

""Ini tindaklanjut pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura (Lee Hsien Loong) mengenai Batam-Bintan-Karimun untuk menjadi (kawasan) terpadu sehingga investasi yang datang dari berbagai negara ke situ bisa lebih bagus," jelas Luhut.

Jokowi menginginkan, kata Luhut, pejabat pemerintah tidak hanya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa da eksekusi atau tindak lanjut yang sifatnya kongkret. Terkait dengan kunjungan kerja ke Singapura, Luhut mengatakan Jokowi ingin Batam bebnar-benar bisa menjadi kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).

"Keuntungannya banyak. Misal seperti dari perindustrian minyak, kemudian banyak (investasi) spill over dari Singapura yang sudah tidak bisa ditampung di sana kita bisa kelola dan itu akan punya nilai tambah untuk Indonesia," tuturnya.

Menurut Luhut, pembentukan kawasan terpadu FTZ Batam-Bintan-Karimun harus segera dilakukan mengingat banyak permasalahan yang menghambat investasi masuk ke kawasan tersebut. Untuk itu, akan dibentuk gugus tugas khusus untuk melaksanakan instruksi presiden ini yang salah satu anggotanya Purbaya Yudhi Sadewa. 

"Harus tahun ini. Tadi sudah diperintahkan untuk membuat task force," jelasnya.

Luhut menambahkan, selama ini terdapat sejumlah industri pipa dan perminyakan di kawasan tersebut. Hal itu menjadi nilai tambah seandainya Batam-Bintan-Karimun sudah menjadi kawasan perdagangan bebas.

Sumber Berita :
http://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20150821135256-92-73576/jokowi-mau-batam-bintan-karimun-jadi-kawasan-bebas-tahun-ini/
Sumber Gambar :
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.penghubungkepri.org/images/24636560.png

Dr.H. Nurdin Basirun beri bantuan semen dan pasir pada warga bukit melati dapur 12 kel. pelungut kec. segulung kota batam

Views September 28, 2015
Dr.H. Nurdin Basirun beri bantuan semen dan pasir pada warga bukit melati dapur 12 kel. pelungut kec. segulung kota batam, minggu (27/9).
bantuan yang diserahkan kepada warga tersebut dipergunakan untuk pembangunan lapangan olahraga bagi warga setempat. 
dalam kesempatan Nurdin juga ikut melakukan guntong royong pada pembangunan lapangan olahraga tersebut. 
bapak Masaudin selaku ketua RW. 05 mengatakan masyarakat bukit melati siap untuk mendukung pasangan nomor 1 pasangan Sani-Nurdin (SANUR). 
dan harapannya kedepan jika bapak terpilih menjadi Wakil Gubernur mendapingi bapak H.M. Sani selaku gubernur  Kepri agara dapat berbuat lebih baik lagi bagi pembangunan dan kesejahteraan rakyat kepulauan riau dan bagi warga bukit melati khususnya. 
Nurdin berjanji jika ia terpilih nantinya akan berbuat lebih baik lagi dan akan selalu dekat bersama masyarakat kerpri. karena hal tersebut sudah ia lakukan ketika masih menjabat sebagai Bupati Karimun selama dua periode berturut-turut, sehingga masyarakat Karimun selalu mendorong dan berdoa semoga pencalonan saya sebagai wakil gubernur akan membuah kan hasil yang sangat baik bagi kepri kedepan. 
nurdin jugak mengungkapan pencalonan beliau untuk ikut dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur ini bukanlah saya pengen mendapatkan kedudukan dan gila akan pangkat dan jabatan, akan tetapi saya ingin kedepan masyarakat Kepri bisa sejahtera dalam bidang ekonomi dan pembangunan. akan tetapi nurdin juga mengungkapkan untuk mencapai sebuah kemajuan dan sejahtera itu tidak terlepas dari peningkatan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT, karena tanpa adanya iman dan taqwa maka sebuah kemajuan itu tidak akan mendapatkan keberkahan dari Allah, ungkap Nurdin. 
seusai kunjungan ke bukit melati Nurdin melanjutkan perjalanannya ke Kampung tua, sesampainya Nurdin meninjau pembangunan di kampung tua tersebut, tanpak haru dan perihatin akan pembanguan rumah dan jembatan yang dipergunankan warga kampungtua  tersebut. 
Nurdin berjanji jika dirinya terpilih nanti, akan membenahi pembangunan peruhanan dan pelabuhan yang ditempati oleh warga. dan harapan nurdin setelah kita benah dan kita tata dengan baik pembangunan dikampung tua tersebut, kita inginkan kampung tua ini menjadi aset pariwisata dan lahan perikanan di Kota batam. 
maka dari itu harapannya juga kepada masyarakat untuk dapat mendukung penuh dan doa restu semoga beliau bersama bapak H.M. Sani menang dalam pemilihan pada tanggal 9 desember 2015 tersebut.

Tim KKB

KEMLU AJAK INVESTOR GALI POTENSI EKONOMI KARIMUN

Views September 27, 2015
Moneter.co – Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kabupaten Karimun menyelenggarakan acara “Updates from the Region” (UFTR) untuk mengajak investor asing menggali potensi ekonomi di Karimun.
Keterangan pers yang dilansir situs resmi Kemlu RI di Jakarta, Kamis, menyebutkan acara UFTR “Free Trade Zone and Free Port of Karimun” yang diselenggarakan pada tanggal 22 September di Hotel Intercontinental, Jakarta, itu dihadiri oleh para duta besar, diplomat asing di Jakarta, serta pengusaha dan media massa.
Acara tersebut bertujuan mempromosikan potensi usaha yang ada di Kabupaten Karimun, yang merupakan salah satu dari empat kawasan perdagangan bebas (free trade zones) di Indonesia, selain Batam, Bintan, dan Sabang.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, Esti Andayani menyampaikan bahwa Karimun memiliki banyak kelebihan, termasuk lokasi geografis.
Menurut Esti, Karimun memiliki lokasi strategis karena merupakan bagian dari kepulauan Riau di Selat Malaka yang adalah salah satu jalur dagang tersibuk di dunia karena dilewati 90.000 kapal per tahun.
“Dengan lokasi strategisnya, Karimun memainkan peran penting dalam visi Poros Maritim Indonesia Presiden Joko Widodo, terutama sebagai pusat (hub) antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujar dia.
Selain lokasi strategis, lanjut Esti, Karimun memiliki kelebihan lain, termasuk sumber daya manusia yang besar, keindahan alam, dan budaya, serta peraturan-peraturan yang ramah usaha dan investasi.
“Peraturan yang ramah usaha dan investasi itu, termasuk bebas bea ekspor dan impor, bebas pajak pertambahan nilai, dan ‘tax holiday’,” ungkap dia.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi dan Kemaritiman Purba Robert Sianipar mengatakan bahwa sejak ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas pada tahun 2007, Karimun telah mengalami pertumbuhan pesat.
“Sebelum tahun 2009, hanya ada sembilan perusahaan yang beroperasi di Karimun. Setelah penetapannya sebagai kawasan perdagangan bebas, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Karimun meningkat pesat menjadi sekitar 150,” jelas dia.
Updates from the Region merupakan forum yang diselenggarakan dua kali setahun oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi usaha daerah kepada para diplomat asing, pengusaha, dan investor.
Sejak 2007, UFTR telah mempromosikan potensi di daerah-daerah, seperti Batam, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

Sumber Berita :
http://moneter.co/kemlu-ajak-investor-gali-potensi-ekonomi-karimun/
Sumber Gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXoPz9_PLzNrzS313OeZ_minZEXITNQigtErsSgm-4LVEI01J5xxFUnMXLaqsN0eigfClvSxbAx8pPX80cfVKo18R460zD6kr4JaxYdBONM2xzwZKRZl5Ay-cowbwLjbs-KBioovn-MUQ/s1600/menlu.png

Anambas, Daerah Terisolir yang Kaya Migas

Views September 27, 2015
Semua fraksi DPR menyetujui 12 Rancangan Undang- Undang tentang Pembentukan Daerah Otonom untuk ditetapkan sebagai Undang-Undang. Salah satunya adalah Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kompas, 25/6).
Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menandatangani RUU itu menjadi UU, berarti secara definitif Kepulauan Anambas menjadi kabupaten, terlepas dari kabupaten induk, yaitu Kabupaten Natuna.
Mengapa Kepulauan Anambas diusulkan menjadi kabupaten tersendiri? Banyak faktor yang dapat dijelaskan. Misalnya, dari segi ekonomi, potensi kekayaan alam berupa ladang minyak dan gas bumi (migas) yang dapat menjadi sumber bagi pendapatan bagi daerah. Selain itu, faktor geopolitik juga memengaruhi pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kepulauan Anambas merupakan gugusan pulau yang terletak di Laut Natuna dan di bagian utara dikelilingi Laut China Selatan. Kepulauan Anambas juga berbatasan dengan tiga negara, yaitu Malaysia di sebelah barat serta Vietnam dan Thailand di sebelah utara.
Meskipun terisolir, Kepulauan Anambas memiliki potensi migas yang besar. Sebagai gambaran, perusahaan migas ConocoPhillips melakukan eksploitasi di perairan Kepulauan Anambas dan menjadikan Pulau Palmatak sebagai basis dari kegiatan eksploitasi migas.
Potensi gas di Kabupaten Natuna pun masih besar. Sebagai gambaran, potensi gas di sumur gas di Blok Alfa D di Kabupaten Natuna saat ini mencapai 46 triliun kaki kubik (TCF). Ladang sumur itu diperkirakan baru dapat berproduksi tahun 2018. Potensi gas itu merupakan potensi terbesar di Asia Pasifik.
Ketua Umum Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas Muhamad Zen mengungkapkan, sektor migas memang menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Kepulauan Anambas. ”Banyak lokasi sumur migas berada di Kepulauan Anambas,” kata Zen.
Selama ini, Kabupaten Natuna menjadi salah satu daerah penghasil gas terbesar di Indonesia. Dengan pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas, ”kue” migas dari dana bagi hasil (DBH) untuk Kabupaten Natuna pun akan terbagi ke Kabupaten Kepulauan Anambas yang baru nanti.
PAD migas
Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Natuna Basri mengungkapkan, DBH migas untuk Kabupaten Natuna tahun 2007 sekitar Rp 225 miliar. Sebagai perbandingan, pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Natuna sekitar Rp 4 miliar.

Menurut Basri, pendapatan DBH migas sebesar Rp 225 miliar itu masih kecil jika dibandingkan dengan nilai total dari produksi migas di Kabupaten Natuna. ”Pendapatan kotor dari hasil migas yang keluar dari perut bumi Natuna tahun 2007 mencapai Rp 21,8 triliun,” katanya.
Akan tetapi, kata Basri, dalam menghitung DBH, pendapatan kotor tersebut masih harus dikurangi dengan berbagai potongan biaya. ”Misalnya pajak, cost recovery, seperti biaya eksplorasi, eksploitasi, dan ekspansi, serta biaya yang lain,” katanya.
Setelah potongan biaya diperhitungkan, menurut Basri, barulah DBH migas diperhitungkan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda). Untuk minyak, perbandingannya adalah pemerintah pusat sebesar 85 persen dan pemda 15 persen. Untuk gas, pemerintah pusat mendapat 70 persen dan pemda sebesar 30 persen.
Jika Kabupaten Kepulauan Anambas benar-benar terbentuk, seberapa besar Kabupaten Kepulauan Anambas dapat menikmati pembagian DBH itu? Hal tersebut sangat bergantung pada negosiasi Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemkab Kepulauan Anambas bersama pemerintah pusat nanti.
Masalah pembagian dari hasil sumber kekayaan alam di daerah tentu dapat menjadi isu yang cukup sensitif.
Hal tersebut setidaknya juga terlihat dari laporan akhir pengkajian pembentukan Kabupaten Kepulauan Anambas yang dibuat Pemerintah Kabupaten Natuna, Badan Pembentukan dan Penyelaras Kabupaten Kepulauan Anambas, serta Pusat Pengembangan Potensi dan Profesi. 

sumber berita dan gambar :
 http://www.anambaskab.go.id/statis-31-kekayaanalam.html

Follow us