Nasional

Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Hadapi MEA, Rantai Produksi Ikan Hias Harus Diperkuat

Views Agustus 16, 2015

LIPUTAN-AGRIBISNIS.COM – Meski memiliki potensi besar, namun Indonesia masih tertinggal dalam kemampuan mengekspor ikan hias dibanding Malaysia dan Singapura.

Tentu hal ini akan menjadi tantangan besar saat negeri ini memasuki era pasar bebas ASEAN (MEA) di akhir 2015.

Karena itu, ditegaskan oleh Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), untuk menghadapi persaingan tersebut maka infrastruktur pengembangan produksi ikan hias harus terus ditingkatkan.  Hal ini terutama terkait distribusi, transportasi dan juga logistik.

“Untuk dapat berbicara di era pasar bebas ASEAN, kita harus melakukan sinergi seluruh kekuatan dan stakeholder yang terkait dengan ikan hias sehingga mampu memperkuat mata rantai produksi ikan hias dari hulu sampai hilir. Dengan begitu kita akan mampu bersaing dengan negara lain,” papar Slamet.

Hal ini disampaikan Slamet saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungan kerja di Sentra Ikan Hias Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, 30 September 2014 lalu.

Perkembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Tulungagung saat ini dikelompokkan pada dua usaha, yaitu budidaya ikan hias dan konsumsi.

Ikan hias dikhususkan pada ikan mas koki (kaliko, tosa, rasket, mutiara, lion head (kepala singa), mata kantong (mata bola), mas lowo, tekim, spenser, rensil dan 40 jenis ikan hias lainnya.

Sedangkan ikan konsumsi yang berorientasi pasar adalah ikan lele, gurami, patin, tombro, nila hitam, dan tawes.

Ikan mas koki merupakan primadona ikan hias dari kabupaten ini. Pemasaran ikan mas koki dari pembudidaya Tulungagung meliputi hampir 90% wilayah Indonesia, termasuk untuk ekspor.

Pemasaran ikan hias dan konsumsi dari Kabupaten Tulungagung mencakup Jakarta, Denpasar, Bandung, Yogyakarta, Tegal, Semarang, Surabaya, Purwokerto, sebagian Sumatra, dan Sulawesi. Sedangkan untuk ekspor ikan hias telah menjalin hubungan dengan eksportir dari Bali, Surabaya dan Jakarta.

Sumber Berita : http://www.liputan-agribisnis.com/berita-pilihan/hadapi-mea-rantai-produksi-ikan-hias-harus-diperkuat
Sumber Gambar : 
4.bp.blogspot.com/-0YjVvlRBOYQ/U8lE_ORPl2I/AAAAAAAABDo/sl7ebEHh2Wk/s1600/budidaya%252Bikan%252Bhias.jpg

Sebagai Pengekspor Ikan Hias Dunia, Indonesia di Posisi Tiga

Views Agustus 16, 2015

LIPUTAN A – Indonesia saat ini menduduki posisi ketiga dunia sebagai negara pengekspor ikan hias. Sedangkan posisi pertama dan kedua dunia masih dipegang oleh Spanyol dan Jepang.

Nilai ekspor ikan hias Indonesia ke pasar dunia tersebut pada saat ini mencapai Rp1,7 triliun.

“Nilai ekspor ikan hias sebesarRp1,7 triliun itu didominasi oleh ikan hias air tawar,” ujar Slamet Soebjakto, Dirjen Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat membuka kongres Perhimpunan Ikan Hias Indonesia (PIHI) di Depok, beberapa waktu lalu.

Menurut Slamet, potensi ikan hias air laut perlu lebih di gali secara optimal untuk meningkatkan volume dan nilai ekspor ikan hias Indonesia.

Berdasarkan data statistik perikanan budidaya, volume produksi ikan hias selama periode 2010 – 2013 mengalami peningkatan rata-rata sebesar 18,9% per tahun, yaitu 605 juta ekor pada tahun 2010 dan mencapai 1,137 miliar pada tahun 2013.

Bersaing Ketat di ASEAN

Namun, potensi yang ada harus terus ditingkatkan. Sebab, di kawasan ASEAN sendiri, ekspor ikan hias Indonesia masih harus bersaing dengan Malaysia dan Singapura.

“Infrastruktur pengembangan produksi ikan hias harus terus ditingkatkan. Khususnya yang terkait dengan distribusi, transportasi dan juga logistik,” tutur Slamet.

Untuk dapat berbicara di era Pasar Bebas ASEAN, lanjut Slamet, kita harus melakukan sinergi seluruh kekuatan stakeholder yang terkait dengan ikan hias, sehingga mampu memperkuat mata rantai produksi ikan hias dari hulu sampai hilir.

“Dengan begitu, kita akan mampu bersaing dengan negara lain, bahkan mampu menguasai pasar ikan hias secara global,” papar Slamet.

Sumber Berita:
www.liputan-agribisnis.com/berita-pilihan/sebagai-pengekspor-ikan-hias-dunia-indonesia-di-posisi-tiga
Sumber Gambar : 
cdn-2.tstatic.net/manado/foto/bank/images/ikan-hias-air-tawar.jpg

INI FAKTOR KUNCI NEGARA BERKEMBANG JADI TARGET PASAR PROSPEKTIF

Views Agustus 15, 2015
Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat di dunia merasakan adanya transformasi lanskap global yang banyak menyoroti emerging markets atau pasar negara berkembang. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tahun 2016 nanti diperkirakan 88% populasi dunia akan menetap di negara-negara berkembang ini.
Menurut data dari Euromonitor International, dalam kurun waktu tujuh tahun antara 2013 dan 2020, ekonomi pasar yang berkembang diperkirakan tumbuh tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan ekonomi negara maju, dengan persentase rata-rata 65% dari pertumbuhan ekonomi global.
Meskipun tidak semua pasar berkembang tumbuh pada tingkat yang sama, output ekonomi secara keseluruhan dari kelompok ini meningkat dari tahun ke tahun.
Nyatanya, banyak yang menganggap semua negara di benua, atau suatu daerah, berada dalam golongan yang sama.
Namun, terdapat perbedaan besar antara satu negara dengan negara yang lain, terlepas dari persamaan yang mereka miliki.
Dari penetrasi internet hingga pembangunan infrastruktur, budaya lokal sampai dengan hukum perpajakan, setiap negara di pasar negara berkembang perlu pendekatan yang berbeda, dengan menempatkan strategi bisnis yang sesuai.
Misalnya Kenya dan Ethiopia, meskipun bertetangga, kedua negara tersebut memiliki tingkat penetrasi internet yang berbeda, yaitu 47,3% populasi Kenya menggunakan internet, sedangkan Ethiopia hanya 1,9%.
Adopsi teknologi lebih cepat
Banyak pasar negara berkembang telah melewatkan langkah yang diambil di negara-negara yang lebih maju ketika merujuk pada pemasangan sambungan telepon, desktop dan internet dial-up.
Akibatnya, teknologi baru – termasuk nirkabel, penggunaan ponsel dan aplikasi, dan mobile banking – didominasi oleh populasi muda dan penggemar teknologi berada pada laju yang lebih cepat.
Misalnya di Indonesia, sebagai salah satu pasar smartphone terbesar di dunia, yang memiliki 280 juta pengguna ponsel saat ini. Sementara itu, Kenya memimpin pasar negara berkembang dalam teknologimobile payment.
Kelas menengah mendorong belanja konsumen
Kelas menengah di pasar negara berkembang nyatanya berkembang sangat pesat, menciptakan kelompok konsumen baru. Peningkatan pendapatan konsumen di pasar berkembang sebagai imbas dari pembangunan ekonomi menyebabkan tumbuhnya permintaan produk-produk berkualitas tinggi.
Selain itu, dibandingkan di negara maju, kelas menengah di pasar negara berkembang semakin didominasi oleh kalangan muda. Kelompok usia muda ini lebih terfokus pada penggunaan teknologi, yang mempengaruhi kebiasaan belanja secara online untuk membeli produk dan layanan berkualitas.
Kian Moini, Co-founder dan Managing Director Lamudi Global, mengatakan populasi kaum muda yang berkembang, ditambah dengan pertumbuhan ekonomi, membuat pasar negara berkembang menjadi pilihan favorit bagi startups, usaha kecil dan menengah, dan perusahaan multinasional.
“Masyarakat kelas menengah yang semakin berkembang secara berkelompok pindah ke kota, membawa daya beli yang kuat, penetrasi ponsel yang tinggi dan permintaan besar terhadap layananonline, menyajikan banyak peluang untuk pengembangan ide-ide bisnis baru,” ujarnya seperti dikutip siaran pers.
Sumber Berita dan Gambar (www.etftrends.com)

http://www.marketing.co.id/ini-faktor-kunci-negara-berkembang-jadi-target-pasar-prospektif/

Bisnis Disektor Agrobisnis

Views Agustus 14, 2015

Seorang penggiat agrobisnis, Pak Purwanto, Krajan, Jambewangi, Banyuwangi (bercocok tanam coklat dan kates) yang sudah 22 tahun digelutinya, mengatakan : Kegiatan agro adalah kombinasi antara hobby dan seni. Seperti apa hobby itu ? Anda jangan beternak ikan jika anda tidak bisa betapa nikmatnya melihat ikan meliuk-liuk atau ikan dengan lahapnya saat kita memberi makan. Lantas seninya dimana ? anda membutuhkan kreatifitas mengatur tata-letak kolam, tanaman yang menaunginya atau peralatan beternak ikan yang anda modifikasi sehingga pekerjaan beternak ikan makin mudah dan tidak melelahkan.
Agrobisnis
seperti bisnis lainnya merupakan peluang jika anda bisa menyikapi dan menjalankannya dengan baik. Wilayah Indonesia yang luas, iklim yang cukup stabil dan sinar matahari yang melimpah sepanjang musim. Kata koes Plus, tanah kita tanah surga, menjawab bahwa bisnis ini layak digeluti dengan serius. Padi, ikan, jagung, kedelai mampu di mulia-biakkan hampir diseluruh wilayah Indonesia.
Sekarang, saatnya anda menangkap peluang ini, mulailah tahap kecil skala kecil. Berbeda dengan perdagangan langsung seperti jual beli dipasar, anda akan menerima profit dalam bentuk uang tunai dalam satu hari, bercocok-tanam atau beternak membutuhkan waktu lebih lama. Ikan Patin 7 bulan, Cabe 4 bulan, sawit minimal 4 tahun.
Anda bisa melirik data dibawah ini, yang range modalnya antaraRp.500.000 hingga Rp.100.000.000
Pembibitan tanaman
Pembenihan ikan
Pupuk, pestida dan obat-obatan, suplemen, vitamin, probiotik dan antibiotik ikan.
Beternak modal sangat minim seperti : Cacing sutra, cacing lumbricus, kroto, ulat hongkong (Point ini anda bisa memulai modal dibawah Rp.500.000)
Bahkan beberapa binatang yang menjijikkan sekarang ini sudah dilirik, sarang semut, belatung dan lalat.
Jasa transportasi dan packing.
Pengepul, suplier, dropshipper atau pengecer.
Jasa keuangan atau menggunakan sistem bagi hasil dengan pelaku yang dipercaya.
Budidaya tanaman hias, iklan hias, komoditi pertanian yang berorientasi ekspor.
Produk olahan dan kuliner hasil bumi.
Beberapa komoditi yang selalu dibutuhkan sepanjang masa, seperti : padi, jagung dan buah-buahan. Coklat, tomat, beternak ayam dan banyak lagi.

Kompleksitas sektor agrobisnis justru bisa dijadikan peluang usaha dan anda bisa memilih salah satu bidang yang paling anda kuasai teknik dan cara-caranya, yang paling anda suka. Yang membuat anda bergairah.
Nah, andaikata anda berminat dan sudah menentukan pilihan bisnis anda, pastikan bahwa anda berjanji kepada diri sendiri : Bahwa anda bisa.

PELUANG USAHA
Agrobisnis adalah pilihan peluang usaha yang dapat memberikan keuntungan menggiurkan. Beberapa produk suplemen, probiotik dan antibiotik ikan air tawar bisa menjadi pilihan.
Di Indonesia, penggunaan suplemen, probiotik dan antibiotik untuk peningkatan kualitas tumbuh ikan masih minim, budidaya selama ini masih mengandalkan cara tradisional, managemen kolam yang apa adanya dan mengandalkan kebaikan alam.
PRODUK ANDAL
Menurut penuturan penggiat disektor agrobisnis, saat ini budidaya ikan air tawar selalu mengalami pasang surut, pada hari ini ada peternak yang gulung tikar namun diwaktu dan tempat lain tumbuh peternak baru. Sementara kebutuhan akan ikan Nila, Lele, Patin, Gurami, Bawal, Mujair, Mas dan lain lain dari waktu kewaktu selalu meningkat. Merekapun selalu melakukan uji coba, trial and error yang menghabiskan biaya, waktu dan tenaga.
TANTANGAN DAN INOVASI
Usaha ini bukan tanpa kendala, menjelaskan kepada pembeli tentang produk kita adalah hal yang paling berat, mengenalkan brand name adalah menjadi awal-awal yang paling sulit. Satu saja apresiasi positif yang diberikan oleh peternak menjadi kebanggaan tak terkira. Sedih juga diperoleh jika ada komplain jika produk tidak memberi manfaat kepada penggunannya, kita tahu variabel dari sebuah budidaya ditentukan dari banyak faktor seperti :
Kualitas benih
Persiapan kolam
Managenen pakan
Managemen Transportasi
Dan lain-lain
Inovasi tak kenal waktu adalah landasan yang menjadi cambuk pemecut semangat. Riset, penelitian dan pengembangan produk dan harus menjadi pioneer adalah obsesi tertinggi dengan selalu menggali dan mengenal kebutuan budidayawan ikan air tawar diseluruh Indonesia.

Sumber Berita :
http://boosterfish.com/bisnis-di-sektor-agrobisnis-bag-1/
Sumber Gambar :
static.ciputraentrepreneurship.com/thumbs/stories/thumbs/ladang_agrobisnis09.jpg

Indonesia-Turki akan ada penerbangan langsung

Views Agustus 13, 2015
 JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan melakukan pertemuan billateral di Istana Merdeka, Jakarta pada Jumat (31/7). Dari pertemuan ini kedua negara sepakat meningkatkan kerjasama di bidang perekonomian, salah satunya di industri transportasi udara.
Menurut Jokowi ada beberapa kerjasama ekonomi yang dibidik untuk dilakukan dengan Turki. Beberapa diantaranya adalah kerjasama di bidang industri perawatan peralatan militer, industri pembuatan kapal-kapal kecil, di bidang pembangkit listrik tenaga gas, hingga terkait penerbangan langsung dari Turki ke Indonesia.
Kedua negara memang telah sepakat akan dibuat penerbangan dari Turki ke Malaysia lalu ke Jakarta dan dilanjutkan ke Denpasar. "Ini akan segera kita konkretan," ujar Jokowi kemarin.
Kerjasama penerbangan ini untuk meningkatkan wisatawan Turki ke Indonesia. Sementara, dalam keterangannya Erdogan lebih menekankan pentingnya kerjasama di bidang politik dan keamanan terutama terkait terorisme.
Menurut Erdogan ada warga Negara Indonesia (WNI) yang diketahui menyebrangi perbatasan Turki untuk tujuan yang terkait dengan terorisme.
Sumber Gambar Dan Berita :
http://nasional.kontan.co.id/news/indonesia-tukri-akan-ada-penerbangan-langsung/

Follow us