Nasional

Tampilkan postingan dengan label Kepri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kepri. Tampilkan semua postingan

Sempena Hari Koperasi 2026, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri Melakukan Launching Buku Karya Pemuda Kabupaten Lingga

Views Juli 15, 2026

Gambar: Laonching dan Serah Terima Buku kepada Kepala Dinas Koperasi Provinsi Kepri 

Tanjungpinang – Semangat Hari Koperasi Nasional Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya diwarnai dengan penguatan kelembagaan koperasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi momentum lahirnya sebuah karya literasi yang mengangkat realitas pembangunan ekonomi kerakyatan di wilayah kepulauan.

Bertempat di Aula Pertemuan Hotel Aston Tanjungpinang, kegiatan peringatan Hari Koperasi Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Selasa hingga Rabu (14–15 Juli 2026), menjadi saksi peluncuran buku berjudul "Menepis Gelombang Menuai Harapan", karya putra Kabupaten Lingga, Azrani Ery Saputra bin Azir.

Peluncuran buku tersebut dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau sebagai salah satu rangkaian kegiatan resmi Hari Koperasi Tahun 2026. Momentum ini menjadi simbol bahwa pembangunan koperasi tidak hanya membutuhkan kebijakan dan program, tetapi juga dokumentasi, refleksi, serta narasi yang mampu menjadi referensi bagi generasi berikutnya.

Sekaligus simbolis menandatangani buku tersebut, acara ini juga dibuka diresmikan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau **Riki Rionaldi, S.STP., M.Si.**, jajaran Dekopin Provinsi Kepulauan Riau, para Ketua Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), pengurus koperasi sekunder dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, para dosen dan akademisi dari Tanjungpinang, Bintan, dan Batam, serta perwakilan berbagai pihak swasta yang memiliki perhatian terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.

Peluncuran buku tersebut memberikan warna berbeda pada peringatan Hari Koperasi tahun ini di Provinsi Kepri khususnya. Selama ini, peringatan Hari Koperasi identik dengan seminar, pameran UMKM, pelatihan, maupun penghargaan bagi koperasi berprestasi. Namun, hadirnya sebuah buku yang mengangkat pengalaman lapangan dalam membangun koperasi di daerah kepulauan dinilai menjadi nilai tambah yang penting.

Buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan" lahir dari pengalaman langsung penulis ketika mendampingi pelaksanaan Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Lingga.

Alih-alih menyajikan teori pembangunan yang bersifat akademis semata, buku tersebut menghadirkan potret nyata kehidupan masyarakat pesisir, tantangan geografis wilayah kepulauan, perjuangan para pengurus koperasi, hingga harapan besar terhadap masa depan ekonomi masyarakat.

Kisah-kisah yang ditulis menggambarkan bagaimana pembangunan koperasi di daerah kepulauan tidak selalu berjalan mudah. Faktor transportasi laut, keterbatasan jaringan komunikasi, akses perbankan, distribusi logistik, hingga ketergantungan masyarakat terhadap tengkulak menjadi bagian dari realitas yang masih dihadapi.

Gambar: Kehadiran berbagai stakholder Kepri dalam acara peluncuran buku 

Buku yang dibangun melalui pendekatan fakta,data dan sentuhan sastra ini, menjadikan penulis berusaha menunjukkan bahwa di balik berbagai tantangan tersebut masih tersimpan optimisme besar apabila koperasi dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Riau, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si., memberikan apresiasi atas lahirnya karya literasi buku tersebut.

Menurutnya, kehadiran buku yang mengangkat pengalaman lapangan memiliki nilai strategis karena mampu menjadi dokumentasi perjalanan pembangunan koperasi di Provinsi Kepulauan Riau.

Ia menilai pengalaman yang dituangkan dalam buku tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi para pengurus koperasi, pendamping, akademisi maupun pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pengembangan koperasi ke depan.

Selain menjadi dokumentasi sejarah, buku seperti ini dinilai mampu memperkuat budaya literasi di lingkungan gerakan koperasi yang selama ini masih relatif terbatas.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap generasi muda Kepulauan Riau agar terus menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sebagai penulis, Azrani Ery Saputra bin Azir mengaku bahwa proses penyusunan buku tersebut berangkat dari pengalaman yang ia temui secara langsung selama bertugas di berbagai desa kepulauan.

Menurutnya, banyak kisah perjuangan masyarakat yang tidak pernah terdokumentasikan secara utuh.

Ia melihat bagaimana para nelayan, pengurus koperasi, aparatur desa, hingga masyarakat kecil terus berusaha bertahan di tengah berbagai keterbatasan.

Penulis berharap buku tersebut bukan hanya menjadi bacaan, tetapi juga menjadi bahan refleksi bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan memerlukan kolaborasi seluruh pihak.

Ia menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah gotong royong yang dapat menjadi solusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola secara baik.

Di sela peluncuran buku, penulis dalam kesempatan pidato sambutannya menyampaikan harapan yang cukup sederhana namun penuh makna.

Penanda tanganan buku oleh Kadis Koperasi dan UMKM Prov.Kepri 

Ia berharap buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan" yang lahir dari salah satu wilayah terluar Indonesia ini suatu hari dapat sampai ke tangan Presiden Prabowo Subianto. Harapan tersebut bukan semata-mata sebagai bentuk kebanggaan pribadi, melainkan agar pengalaman masyarakat pesisir Kepulauan Riau dapat diketahui secara langsung oleh pemimpin negara.

Melalui buku tersebut, penulis ingin memperlihatkan bagaimana implementasi pembangunan ekonomi kerakyatan berlangsung di wilayah kepulauan yang memiliki karakteristik sangat berbeda dibandingkan wilayah daratan.

Ia berharap berbagai pengalaman yang dituangkan di dalam buku dapat menjadi inspirasi dalam memperkuat kebijakan pembangunan desa, koperasi, dan ekonomi masyarakat pesisir di masa mendatang. Presiden Prabowo sendiri dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya penguatan ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat dan semangat nasionalisme.

Peluncuran buku ini juga memperoleh perhatian dari kalangan akademisi yang hadir. Menurut sejumlah dosen dan peneliti, buku yang ditulis berdasarkan pengalaman lapangan memiliki nilai ilmiah tersendiri karena mampu menghadirkan data sosial secara naratif. Literatur semacam ini dapat menjadi referensi pendukung bagi mahasiswa, peneliti, maupun pemerintah dalam memahami dinamika pembangunan ekonomi masyarakat pesisir. Mereka menilai bahwa pengalaman empiris sering kali memberikan perspektif yang tidak ditemukan dalam laporan administratif maupun kajian teoritis.Karena itu, dokumentasi seperti ini penting untuk terus dikembangkan sehingga menjadi bagian dari penguatan literasi pembangunan daerah.

Di Provinsi Kepulauan Riau, berbagai program penguatan kelembagaan koperasi terus dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi koperasi, perluasan akses pembiayaan, hingga pengembangan usaha berbasis potensi lokal.

Wilayah kepulauan memiliki tantangan tersendiri yang membutuhkan inovasi dalam tata kelola koperasi. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan koperasi di daerah. Peluncuran buku tersebut dinilai sejalan dengan upaya membangun ekosistem koperasi yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kaya akan dokumentasi, penelitian, dan literasi.dan tentunya bagi masyarakat Kabupaten Lingga, peluncuran buku tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

Karya seorang pemuda daerah yang berhasil diluncurkan pada momentum resmi Hari Koperasi tingkat Provinsi Kepulauan Riau menunjukkan bahwa generasi muda daerah mampu memberikan kontribusi nyata melalui karya intelektual.

Kabupaten Lingga yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan budaya Melayu. Melalui buku tersebut, berbagai potensi sekaligus tantangan pembangunan daerah kepulauan ikut diperkenalkan kepada khalayak yang lebih luas. 

Bagi masyarakat yang ingin membaca ataupun memiliki buku "Menepis Gelombang Menuai Harapan", penulis menyediakan akses pembelian secara daring melalui situs resmi bukunya:

Buku tersebut juga tersedia dalam format digital sehingga dapat menjangkau pembaca dari berbagai daerah. Kehadirannya turut didukung oleh kanal distribusi digital.

Peluncuran "Menepis Gelombang Menuai Harapan" menjadi salah satu momen yang paling berkesan dalam rangkaian Hari Koperasi Tahun 2026 di Provinsi Kepulauan Riau.

Di tengah berbagai agenda penguatan kelembagaan koperasi, lahirnya sebuah karya literasi menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya membutuhkan modal dan kebijakan, tetapi juga dokumentasi pengalaman, gagasan, serta semangat untuk berbagi pengetahuan.

Melalui buku tersebut, perjalanan masyarakat pesisir, perjuangan koperasi, serta harapan akan masa depan ekonomi kerakyatan terekam dalam bentuk yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap langkah pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar ketika tidak hanya dikerjakan, tetapi juga ditulis, didokumentasikan, dan dibagikan kepada masyarakat luas.(@red)

Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim dan Tabliq akbar peringatan tahun baru islam satu muharam 1437 Hijriyah 2015 Masehi, bersama keluarga besar Abituren Pondok Pesantren Musthafawiyah Kota Batam, dihadiri calon Wakil Gubernur Dr. H. Nurdin Basirun beserta calon wakil Walikota Batam Bapak Amsakar Ahmad, Minggu (25/10).
Kegiatan yang diselenggarakan digedung balai adat Kota Batam ini dalam rangka selain silaturrahim dan Tabliq Akbar, hal tersebut juga dalam rangka temu ramah bersama alumni yang tamatan dari pondok pesantren Musthafawiyah se-Provinsi Kepri.
dihadapan para Ustaz mengungkapkan betapa senangnya beliau karena berada ditengah-tengah para ustaz yang selalu menciptakan keindahan dan kedamaian dalam bermasyarakat untuk menciptakan masyarakat Kepri yang madani yang beriman dan ber akhlak mulia yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT.
dan suasana seperti ini menurut Nurdin suasana yang sangat famili, dan suasana seperti ini sudah kami bangun di Kab. Karimun sejak dahulu sampai sekarang. dan kita harapkan suasana seperti ini bisa kita bangun bersama di Provinsi Kepri kedepan agar negeri kita tercinta ini Kepri akan selalu mendapatkan keberkahan disisi Allah, ungkap Nurdin.
Kedepan sebagai proritas peningkatan iman dan taqwa kami bersama bapak H.M. Sani akan menciptakan program hapalan Al-Quran satu hari satu ayat bagi anak-anak kepulauan riau. dan harapan kita semua program ini untuk pengenalan dan pemahaman nilai-nilai Al-Quran bagi anak-anak kita kedepan, dan program-program tersebut sudah kami laksanakan ketika kami (Nurdin) masih menjabat sebagai Bupati Karimun. dan diakhir sambutannya Nurdin mengungkapkan semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat selalu mendapat berkah dan amalan yang kita pada hari ini akan lebih baik dari hari kemarin. 
From : Tim KKB

Batam-Bintan akan Terhubung Jembatan Sepanjang 6,7 Km Senilai Rp 3 Triliun

Views Oktober 02, 2015

Seogwipo - Pulau Bintan dan Batam (Babin) bakal terhubung dengan sebuah jembatan dengan bantuan dari Korea Selatan (Korsel). Dana yang dibutuhkan untuk jembatan ini sebesar Rp 3 triliun.

"Jembatan Batam-Bintan ini proyek yang sangat monumental di Sumatera karena menghubungkan dua pulau besar," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Menko Perekonomian Dedy Priatna Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat (12/10/2012).

Jembatan sepanjang 6,7 Km ini akan menghubungkan dua pulau yang menjadi bagian dari zona perdagangan bebas di regional. Kedua pulau tersebut juga punya peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebanyak 1.200 perusahaan menanamkan modalnya di Batam, sementara pulau Bintan sebanyak 40 perusahaan yang berada di industri agrikultur, wisata, dan perdagangan.

"Pengembangan jembatan Babin ini akan memudahkan akses dan konektivitas antar kedua pulau sehingga meningkatkan ekonomi di area sekitar," ujarnya.

Pulau-pulau lain yang diperkirakan akan kecipratan dana gairah pertumbuhan ekonomi antara lain pulau Rempang, Galang dan Galang Baru.

Jembatan ini akan dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama akan menghubungkan Batam dan pulau Tanjung Sau, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke Pulau Buau di tahap ketiga.

Sedangkan di tahap ketiga, penghubungan Pulau Buau dengan Bintan. Rencananya sebanyak 40% dari kebutuhan dana itu akan diambil dari pinjaman, 60% sisanya dari modal sendiri.

Modal sendiri yang dimaksud adalah patungan dari beberapa pihak, yaitu pemprov Riau dan pemkot Tanjung Pinang. Jembatan itu akan dioperasikan oleh perusahaan patungan antara pemerintah dengan swasta.

Hasil studi kelayakan yang terakhir kali dilakukan pada 2010 menunjukkan, jembatan itu akan dilalui oleh 9.189 mobil dan 6.500 motor per hari. Tarif keekonomian jembatan itu diperkirakan Rp 66.120 sekali jalan.

Sumber Berita dan Gambar :
m.detik.com/finance/read/2012/10/12/192111/2061529/4/batam-bintan-akan-terhubung-jembatan-sepanjang-67-km-senilai-rp-3-triliun

Jokowi Mau Batam-Bintan-Karimun Jadi Kawasan Bebas Tahun Ini

Views September 30, 2015

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan bawahannya untuk segera menjadikan Batam-Bintan-Karimun sebagai kawasan terpadu perdagangan bebas pada tahun ini. Kebijakan ini dalam rangka menampung potensi investasi yang tidak tertampung di Singapura.

Hal itu disampaikan oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan, yang juga merangkap sebagai Kepala Kantor Kepresidenan di Istana Presiden, Jumat (21/8).

""Ini tindaklanjut pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura (Lee Hsien Loong) mengenai Batam-Bintan-Karimun untuk menjadi (kawasan) terpadu sehingga investasi yang datang dari berbagai negara ke situ bisa lebih bagus," jelas Luhut.

Jokowi menginginkan, kata Luhut, pejabat pemerintah tidak hanya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa da eksekusi atau tindak lanjut yang sifatnya kongkret. Terkait dengan kunjungan kerja ke Singapura, Luhut mengatakan Jokowi ingin Batam bebnar-benar bisa menjadi kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).

"Keuntungannya banyak. Misal seperti dari perindustrian minyak, kemudian banyak (investasi) spill over dari Singapura yang sudah tidak bisa ditampung di sana kita bisa kelola dan itu akan punya nilai tambah untuk Indonesia," tuturnya.

Menurut Luhut, pembentukan kawasan terpadu FTZ Batam-Bintan-Karimun harus segera dilakukan mengingat banyak permasalahan yang menghambat investasi masuk ke kawasan tersebut. Untuk itu, akan dibentuk gugus tugas khusus untuk melaksanakan instruksi presiden ini yang salah satu anggotanya Purbaya Yudhi Sadewa. 

"Harus tahun ini. Tadi sudah diperintahkan untuk membuat task force," jelasnya.

Luhut menambahkan, selama ini terdapat sejumlah industri pipa dan perminyakan di kawasan tersebut. Hal itu menjadi nilai tambah seandainya Batam-Bintan-Karimun sudah menjadi kawasan perdagangan bebas.

Sumber Berita :
http://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20150821135256-92-73576/jokowi-mau-batam-bintan-karimun-jadi-kawasan-bebas-tahun-ini/
Sumber Gambar :
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.penghubungkepri.org/images/24636560.png

KEMLU AJAK INVESTOR GALI POTENSI EKONOMI KARIMUN

Views September 27, 2015
Moneter.co – Direktorat Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Kabupaten Karimun menyelenggarakan acara “Updates from the Region” (UFTR) untuk mengajak investor asing menggali potensi ekonomi di Karimun.
Keterangan pers yang dilansir situs resmi Kemlu RI di Jakarta, Kamis, menyebutkan acara UFTR “Free Trade Zone and Free Port of Karimun” yang diselenggarakan pada tanggal 22 September di Hotel Intercontinental, Jakarta, itu dihadiri oleh para duta besar, diplomat asing di Jakarta, serta pengusaha dan media massa.
Acara tersebut bertujuan mempromosikan potensi usaha yang ada di Kabupaten Karimun, yang merupakan salah satu dari empat kawasan perdagangan bebas (free trade zones) di Indonesia, selain Batam, Bintan, dan Sabang.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, Kementerian Luar Negeri, Esti Andayani menyampaikan bahwa Karimun memiliki banyak kelebihan, termasuk lokasi geografis.
Menurut Esti, Karimun memiliki lokasi strategis karena merupakan bagian dari kepulauan Riau di Selat Malaka yang adalah salah satu jalur dagang tersibuk di dunia karena dilewati 90.000 kapal per tahun.
“Dengan lokasi strategisnya, Karimun memainkan peran penting dalam visi Poros Maritim Indonesia Presiden Joko Widodo, terutama sebagai pusat (hub) antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura,” ujar dia.
Selain lokasi strategis, lanjut Esti, Karimun memiliki kelebihan lain, termasuk sumber daya manusia yang besar, keindahan alam, dan budaya, serta peraturan-peraturan yang ramah usaha dan investasi.
“Peraturan yang ramah usaha dan investasi itu, termasuk bebas bea ekspor dan impor, bebas pajak pertambahan nilai, dan ‘tax holiday’,” ungkap dia.
Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Koordinator Perekonomian Bidang Ekonomi dan Kemaritiman Purba Robert Sianipar mengatakan bahwa sejak ditetapkan sebagai kawasan perdagangan bebas pada tahun 2007, Karimun telah mengalami pertumbuhan pesat.
“Sebelum tahun 2009, hanya ada sembilan perusahaan yang beroperasi di Karimun. Setelah penetapannya sebagai kawasan perdagangan bebas, jumlah perusahaan yang berinvestasi di Karimun meningkat pesat menjadi sekitar 150,” jelas dia.
Updates from the Region merupakan forum yang diselenggarakan dua kali setahun oleh Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi usaha daerah kepada para diplomat asing, pengusaha, dan investor.
Sejak 2007, UFTR telah mempromosikan potensi di daerah-daerah, seperti Batam, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

Sumber Berita :
http://moneter.co/kemlu-ajak-investor-gali-potensi-ekonomi-karimun/
Sumber Gambar :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXoPz9_PLzNrzS313OeZ_minZEXITNQigtErsSgm-4LVEI01J5xxFUnMXLaqsN0eigfClvSxbAx8pPX80cfVKo18R460zD6kr4JaxYdBONM2xzwZKRZl5Ay-cowbwLjbs-KBioovn-MUQ/s1600/menlu.png

Follow us