Nasional

Tampilkan postingan dengan label Natuna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Natuna. Tampilkan semua postingan

Potensi Kabupaten Natuna

Views Agustus 30, 2015

Potensi Kabupaten Natuna
1. GEOGRAFIS
A.Letak Wilayahh
Secara geografis, Kabupaten Natuna terletak pada titik koordinat 1016’-7019’ LU (Lintang Utara) dan 105000’-110000’ BT (Bujur Timur),dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
a.Sebelah utara dengan Vietnam dan Kamboja.
b.Sebelah selatan dengan Kabu-paten Bintan.
c.Sebelah barat dengan Kabupaten Kepulauan Anambas
d.Sebelah timur dengan Malaysia Timur dan Kalimantan Barat.

B.Luas Wilayah
Menurut UU Nomor 33 Tahun 2008, Kabupaten Natuna memiliki luas wilayah 264.198,37 km2 Dengan luas daratan 2.001,30 km2 dan lautan 262.197,07 km2. Ranai sebagai Ibukota Kabupaten Natuna. Di kabupaten ini terdapat 154 pulau, dengan 30 pulau (19,48 persen) yang berpenghuni dan sebagian besar pulau (124 buah) tidak berpenghuni. Dua pulau terbesar diantaranya adalah Pulau Bunguran, dan Pulau Serasan. Pulau-pulau yang ada dapat dikelompokkan dalam 2 gugusan:
1. Gugusan Pulau Natuna, terdiri dari pulau-pulau di Bunguran, Sedanau, Midai, Pulau
2. Laut, dan Pulau Tiga. Gugusan Pulau Serasan, terdiri dari pulau-pulau di Serasan, Subi Besar dan Subi Kecil.

2. Keadaan Demografi.
Berdasarkan hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Kabupaten Natuna (angka sementara) adalah 69.319 orang, yang terdiri atas 35.780 laki-laki dan 33.449 perempuan. Dari hasil SP2010 tersebut Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Barat, dan Midai merupakan 3 kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak yaitu masing masing 23.230 orang, 10.827 orang, 5.015 orang. Kecamtan Pulau Laut merupaka kecamtan yang memiliki jumlah penduduk terkecil yaitu 2.200 orang.

3.Iklim
Iklim di Kabupaten Natuna sangat dipengaruhi oleh perubahan arah angin. Musim kemarau biasanya terjadi pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juli. Curah hujan rata-rata setahun berkisar 193,2 milimeter dengan rata-rata kelembaban udara sekitar 90,4 persen dan temperatur berkisar antara 25,80 celcius.

4. Topografi
Berdasarkan kondisi fisiknya, Kabupaten Natuna merupakan tanah berbukit dan bergunung batu. Dataran rendah dan landai banyak ditemukan di pinggir pantai. Ketinggian wilayah antar kecamatan cukup beragam, yaitu berkisar antara 3 sampai dengan 959 meter dari permukaan laut dengan kemiringan antara 2 sampai 5 meter. Pada umumnya struktur tanah terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan yang tanah dasarnya mempunyai bahan granit, dan alluvial serta tanah organosol dan gley humus.

Dengan segala potensi yang dimiliki Kabupaten Natuna diharapkan mampu dikelola dengan baik agar dapat mengembangkan wilayahnya. Potensi yang dimaksud terdiri dari beberapa sektor, antara lain:

A.Sektor Pertanian.Pertanian & perkebunan
seperti ubi-ubian, kelapa, karet, sawit dan cengkeh. Terdapat di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, walaupun hasilnya prosentasinya terlalu tinggi namun mampu memberikan suplai masyarakat natuna.

B.SektorPerikanan.
Sumber daya perikanan laut yang mencapai lebih dari 1 juta ton/tahun dengan total pemanfaatan hanya 36%, yang hanya sekitar 4,3% oleh Kabupaten Natuna.

C.Sektor Pariwisata

1).Masjid Natuna
Masjid raya natuna dibangun oleh investor dari perusahan minyak yang menanamkan investasi di kabupaten natuna. Masjid ini dibangun pada tahun 2004 yang terletak di pusat kota, ranai. Keindahan masjid ini mampu menarik wisata dikarenakan gaya arsiktetur yang tinggi dari timur – tengah.

2).Pantai batu sindu.
Pantai ini memiliki legenda ada sepasang laki – laki dan perempuan ingin menikah laki – laki dari daerah ranai darat, dan perempuan daerah pesisir, kedua belah pihak melamar dan mengantar makanan. Dan yang laki – laki mencaci masakan perempuan sehingga pihak perempuan bersumpah dan mengutuk sehingga menjadi batu. Pantai batu sindu ini terletak di desa tanjung. Yang memiliki keindahan pantai denga bebatuan yang menghiasi pesisir pantai.

3.Sektor Migas
Selain banyak pantai dan pulau masih “perawan” Natuna juga super kaya dengan kandungan gas maupun minyak bumi. Terasa tak lengkap jika membicarakan Natuna tanpa kandungan alam gas alam yang disebutkan oleh para ahli, memiliki cadangan terbesar Asia Pasifik bahkan di dunia.Yaitu Blok Natuna D-Alpha merupakan blok gas dan minyak yang menyimpan sekitar 500 juta barel. Total potensi gas diperkirakan mencapai 222 triliun kaki kubik, dan inilah cadangan terbesar di dunia yang tidak akan habis dieksplorasi 30 tahun ke depan.

Potensi gas yang recoverable sebesar 46 tcf (46,000 bcf) atau setara dengan 8,383 miliar barel minyak (1 boe, barel oil equivalent = 5.487 cf ).Dengan potensi sebesar itu, dan asumsi harga rata-rata minyak US$ 75 / barel selama periode eksploitasi, nilai potensi ekonomi gas Natura adalah US$ 628,725 miliar atau sekitar Rp 6.287,25 triliun (kurs US$/Rp = Rp 10.000).

Bandingkan dengan APBN 2010 yang hanya Rp 1.047,7 triliun.Terhitung 2 November 2010 hingga 2 Maret 2011, Premier Oil telah mendeteksi kandungan minyak dan gas di kawasan Blok D Alpa Natuna.

Premier Oil perusahaan pengeboran minyak dan gas yang berkantor pusat di Inggris itu bakal melakukan pengeboran selama 30 tahun sesuai dengan kontrak kerja dengan pemerintah Indonesia mulai tahun 2007. Pelaksanaannya secara bertahap, masa penjajakan potensi 10 tahun jika tidak menemukan potensi Migas yang bernilai ekonomis, maka pengeboran dihentikan. Goverment Affairs, Manager PT Premier Oil, Nina Marlina menjelaskan, butuh waktu hingga 2 Maret 2011 untuk mendeteksi kandungan Migas Blok yang berada di utara laut Natuna. Hal itu dia paparkan di aula kantor bupati Natuna di Ranai beberapa waktu lalu.

Saat itu, Nina hadir juga Kepala Humas dan Hubungan Kelembagaan, Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan gas (BP. Migas), Elan Biantoro bersama jajaran Kontraktor Premier Oil.Terkait hal itu, guna menunjang pelaksanaan proses eksploitasi, Premier Oil meminta kepada pemerintah Natuna untuk menyiapkan kelengkapan. Misalnya kantor Bea Cukai, Sah Bandar, Petugas Karantina dan Imigrasi, karena awal November ini kapal-kapal pembawa logistik dan lain nya mulai beroperasi di Natuna.Plt Bupati Natuna, Raja Amirullah menyambut baik kunjungan kerja BP Migas & Premier Oil ke daerahnya.

Perushaan yang melakukan investasi di kabupaten natuna adalah sebagai berikut :

1.PEARL ENERGY GROUP INDONESIA
Pearl Energy adalah anak perusahaan dari Mubdala Petroleum yang merupakan perusahaan kelas dunia. beroperasi di Uni Emirat Arab, Oman, Bahrain, Kazakhtan, Libia, Tanzania, Malaysia, Thailand, Vietnam, Singapore dan Indonesia. Di Natuna, Pearl Energy menjadi operator pada blok Kerapu, sistem kontraknya adalah PSC (Production Sharing Contract). seismik 3D pertama dilakukan pada 2010 kemarin, sedangkan pengeboran explorasi baru akan dimulai pada 2013 ini.

2.LUNDIN OIL & GAS B.V
Perusahaan minyak dan gas ini telah ada selama 30 tahun, dari awal tahun 80an dengan nama IPC (International Petroleum Corporation), kemudian menjadi Lundin Oil pada akhir 90an, dan terakhir menjadi LUNDIN PETROLEUM pada 2001 hingga sekarang. Daerah Operasi LUNDIN PETROLEUM meliputi Prancis, Tunisia, Irlandia, Malaysia, Norwegia, Belanda, Rusia dan Indonesia. Aset Lundin Petroleum di Indonesia meliputi produksi non-operasi dari lapangan gas Singa dan lima lisensi eksplorasi terletak di Laut Natuna, Jawa dan Papua Barat. Di Natuna, Lundin Oil mengelola blok Cakalang dan Baronang dengan sistim kontrak PSC.

3.STAR ENERGY
Merupakan perusahaan migas dunia, star energy memfokuskan kegiatan pada 3 sumber energi saat ini, yaitu Oil and Gas, Geothermal (panasbumi) dan CBM (Coal Bed Methane). Wilayah kerja Star Energy di Indonesia adalah : Sebatik, Sekayu, dan Kakap untuk Oil dan Gas, Jailolo dan Wayang Windu untuk Geothermal, dan GMB Sekayu II untuk CBM.
Di Natuna, star energy mengelola blok Kakap. Blok ini terletak di laut utara Natuna, 486 km arah timur laut dari Singapore dan 1,247 km sebelah utara dari Jakarta. Sejak 2003, Star Energy sudah menjadi operator dari contract yang mencakup 2,00 km persegi dalam dua blok terpisah. Sistimnya adalah PSC. PSC mengandung ladang gas dan minyak yang dioperasikan melalui empat platform dengan 6 subsea tie-backs. Kontrak terhadap blok ini memasuki fase perpanjangan dan akan efektif hingga 2028.

4.AUSTRALIA WORLDWIDE EXPLORATION, LTD
Sesuai dengan namanya, ini adalah perusahan explorasi milik Australia.AWE Limited telah melaksanakan perjanjian jual beli dengan anak perusahaan Genting Berhad untuk mengakuisisi 100 persen dan operatorship dalam dua kontrak bagi hasil lepas pantai Indonesia sebesar $ 39 juta. Menurut ketentuan perjanjian, anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki AWE akan memperoleh aset yang meliputi ladang minyak yang belum dikembangkan dengan perkiraan 76 MMbbl minyak dipulihkan. Kedua PSC ini, yaitu North West Natuna PSC dan Anambas PSC, yang terletak di Laut Natuna di 230-295 feet (70 sampai 90 meter) dari air. NWN PSC berisi dari pengembangan lapangan minyak Ande Lumut, yang diperkirakan mengandung 76 MMbbl minyak berat dipulihkan, dan tiga sumur eksplorasi dan appraisal. Anambas PSC memiliki lapangan gas Anambas, ditemukan pada tahun 2006, bersama-sama dengan sejumlah prospek eksplorasi tambahan dalam suatu daerah lepas pantai yang mengandung pengembangan gas yang signifikan dan infrastruktur pipa. Transaksi ini berlaku efektif sejak 1 Januari 2012 dan diantisipasi akan selesai pada Februari 2012. Pembelian tersebut akan didanai oleh cadangan kas dan hasil dari bagian penjualan saham AWE dalam Proyek BassGas.

5.PREMIER OIL, LTD.
Premier Oil merupakan perusahaan migas dunia yang banyak beroperasi di negara-negara luar, seperti Falkland Island, Norwegia, Pakistan, Mauritania, Inggris, Vietnam dan Indonesia.Premier Oil Indonesia adalah operator dari West Natuna Sea Block A, dan telah memproduksi minyak lebih dari satu dekade. dan yang baru ditemukan adalah lapangan Tuna.
Premier mengakuisisi areal operasi pertama di Indonesia - Natuna Sea Block A - termasuk ladang minyak Anoa pada tahun 1996. Dan kemudian mengembangkan Proyek Gas Laut Natuna:
1.GSA1 ditandatangani pada tahun 1999, membuat komersialisasi tutup gas di Anoa
2.Pipa WNTSdari Singapura selesai pada tahun 2000
3.Gas pertama dari lapangan Anoa dicapai pada awal tahun 2001

6.NATUNA VENTURES B.V
Merupakan perusahaan yang memenangi lelang terhadap lapangan Gurita dengan sistim kontrak PSC. tidak banyak info mengenai yang satu ini, dikarenakan tidak terdapat banyak refrensi.

7.CONOCO PHILIPS INDONESIA
Bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia perminyakan. siapa yang tak mengenal perusahaan ini. CoPhil adalah perusahaan migas besar kelas dunia. Beroperasi di 30 negara dengan 17.000 pekerja. di Natuna, CoPhil mengelola South Natuna Sea Block B dengan sistim kontrak PSC.
The West Natuna Gas Konsorsium, perusahaan patungan yang terdiri dari Pertamina, Conoco, Premier Oil dan Gulf Indonesia Resources, dikontrak oleh SembGas Singapura pada Januari 1999 untuk 325 juta kaki kubik per hari (MCFD) gas alam. Sebuah kontrak pipa pergi ke McDermott International.

Sumber Berita :
http://www.ismailsiabuga.com/2013/11/potensi-kabupaten-natuna.html?m=1
Sumber Gambar :
www.coremap.or.id/i/artikel/WB-Natuna.jpg

KKP Siapkan Rp300 miliar Dukung Perikanan Natuna

Views Agustus 21, 2015

Bisnis.com, BATAM—Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan dana hingga Rp300 miliar untuk mendukung Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau sebagai sentra perikanan terpadu.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan dirinya ingin wilayah Indonesia menjadi pusat perikanan, tidak hanya menjadi tempat mencari dan menangkap ikan.

"Saya ingin Natuna menjadi pusatnya, nanti bukan kapal asing lagi yang meminta izin menangkap ikan atau bahkan mencuri ikan, ini peluang bagi nelayan nasional," katanya belum lama ini.

Untuk merealisasikan rencana ini, KKP rencananya akan mengucurkan anggaran senilai Rp200 miliar hingga Rp300 miliar di Natuna.

Anggaran ini akan dipergunakan untuk membangun pelabuhan perikanan, fasilitas ruang pendingin (cold storage) untuk menyimpan hasil tangkapan dan fasilitas pendukung industri pengolahan hasil perikanan tangkap.

Sumber Berita dan Gambar:
http://sumatra.bisnis.com/m/read/20150209/13/54910/kkp-siapkan-rp300-miliar-dukung-perikanan-natuna

Distanak Natuna Optimalkan Potensi Biogas

Views Agustus 04, 2015

Natuna (Antara Kepri)- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Natuna tengah berupaya untuk mengoptimalkan potensi ternak sapi, untuk dikembangkan sebagai pembangkit energi biogas. Hal itu ungkapkan oleh Kabid Peternakan Distanak Natuna, Drh. Taufik Ismail.

Taufik mengatakan, jumlah sapi dari peternakan rakyat saat ini berjumlah sekitar 8.581 ekor, yang tersebar di wilayah Kecamatan Bunguran Utara, Bunguran Selatan, Bunguran Timur dan Bunguran Tengah.

"Daerah kita banyak sapinya, sayang kalau tak dimaksimalkan oleh pemerintah. Dari data yang kita himpun, ada sekitar 8.581 ekor yang tersebar di beberapa daerah," katanya.

Di Natuna sendiri kata Taufik, sudah memiliki 6 unit instalasi biogas yang tersebar di beberapa lokasi. Untuk kapasitas bak 5 kubik, terketak di Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah, sedangkan kapasitas 4 meter kubik terletak di Sedarat Baru, Air Lengit, dan Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan bunguran Timur," jelasnya.

Dalam waktu dekat ini tambah Taufik, bakal ada tambahan 4 unit bak lagi, dengan kapasitas pengolahan 7 meter kubik, yang akan diperuntukan bagi masyarakat atau kelompok peternak yang sudah memenuhi persyaratan sebagaimana yang sudah ditetapkan.

"Yang akan mendapat bantuan ini adalah masyarakat atau kelompok yang telah memenuhi syarat, pertama populasi sapinya banyak, dan sanggup mengelolanya secara mandiri, dan terakhir, layak secara teknis dan amanah," ujarnya lagi.

Bagi masyarakat atau kelompok yang punya potensi dan memiliki banyak ternak sapi kata Taufik, akan dijadikan skala prioritas utama.

"Masyarakat atau kelompok yang memiliki banyak ternak sapi, akan menjadi prioritas untuk menerima bantuan ini dari pemerintah," katanya.

Menurutnya, Distanak Natuna akan menggalakkan penggunaan biogas bagi masyarakat teruatama bagi peternak sapi. Selain bisa dimanfaatkan untuk memasak, juga bisa dipergunakan sebagai pengganti minyak lampu.

"Biogas ini bisa dijadikan sebagai multi fungsi, selain bisa untuk memasak, juga bisa untuk pengganti minyak lampu," pungkasnya.

Sumber Berita :
www.antarakepri.com/berita/29828/distanak-natuna-optimalkan-potensi-biogas
Sumber Gambar :
suratrakyat.com/wp-content/uploads/2014/11/27.jpg

Natuna Jadi Pusat Bisnis Ikan Dunia

Views Agustus 03, 2015

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Pemerintah akan membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung yang mendorong Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), menjadi sentra bisnis perikanan terbesar di Indonesia. Semua transaksi bisnis ikan hanya akan berlangsung di Natuna.

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Muhammad Sani menyatakan, Kepri akan segera menyiapkan regulasi daerah yang mendukung program Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang mengarah ke Natuna.

"Kami mendukung kebijakan Menteri KKP (kelautan dan perikanan) untuk membangun sentra perikanan di Natuna. Soalnya Natuna, potensial bisnis perikanan," kata Gubernur Muhammad Sani di Batam, Ahad (8/2).

Ia mengatakan, Pemerintah Kepri akan menyelaraskan regulasi daerahnya berdasarkan flatform dari KKP yang akan mengembangkan Natuna menjadi sentra perikanan nasional dan internasional.

Sebenarnya, kata dia, melihat potensi dan jumlah sektor perikanan di Natuna sangat produktif, maka sudah lama pemprov mengharapkan ada industri perikanan yang kompleks di sana. Menurut dia, industri perikanan Natuna membutuhkan pelabuhan khusus, tempat lemari pendingin demi meningkatkan kualitas, dan produktivitas  ikan tangkap di garis perbatasan.

Menteri KKP, Susi Pudjiastuti mengatakan akan membangun pusat sentra perikanan di Kabupaten Natuna. Untuk membangun sentra perikanan tersebut, KKP telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 hingga 300 miliar.

"Pembangunan sentra perikanan itu diharapkan dapat mempercepat pembangunan maritim dan kelautan di Natuna dan menjadi sentra  pengolahan perikanan terintegrasi," kata Sus di Batam, Sabtu (7/2). Dengan adanya pengolahan ikan yang terintegrasi diharapkan semua pembeli ikan baik pengusaha dalam dan luar negeri akan pergi ke Natuna.

Selama ini perairan Natuna menjadi tempat pencurian ikan terbesar dari kapal berbendera Indonesia dengan ABK orang asing. Saat ini pemerintah ingin mengubahnya dan menjadikan Natuna sebagai sentra perikanan. Susi menegaskan, tidak mau ada kapal luar yang bermain seenaknya dan mencuri ikan di perairan nusantara.

Sumber Berita ;
www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/02/09/njhdku-natuna-jadi-pusat-bisnis-ikan-terbesar-di-dunia#

Sumber Gambar ;
www.tanjungpinangpos.co.id/wp-content/uploads/2014/12/KARIMUN-Ikan.jpg

KEPULAUAN RIAU, PENUH DENGAN KEKAYAAN ALAM

Views Agustus 01, 2015

Sejak diresmikan sebagai Provinsi ke-32 di Negara Indonesia, Kepulauan Riau menunjukan perkembangan yang cukup signifikan. Berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja di bagian utara; Malaysia, Singapura dan Provinsi Riau di sebelah barat; Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Jambi di bagian selatan; serta Malaysia, Brunei, dan Provinsi Kalimantan Barat di sebelah timur, Kepulauan Riau memiliki letak yang strategis dan kekayaan alam yang begitu melimpah ruah.

Terdiri dari empat kabupaten dan dua wilayah kota yang mencakup Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, serta Kabupaten Lingga. Secara administratif Kepulauan Riau memiliki 42 Kecamatan dan 256 Kelurahan/Desa yang rata-rata semuanya terdiri dari gugusan kepulauan. Melihat kondisi alam Kepulauan Riau yang 95% daerahnya merupakan lautan, sekarang ini sedikitnya terdapat 2.408 pulau besar dan kecil dimana sekitar 40% dari pulau tersebut belum memiliki nama dan belum berpenghuni.

Dengan menjadikan Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi, Kepulauan Riau terletak pada jalur lalu lintas yang sangat strategis dan berada tepat di bibir pasar dunia. Tidaklah heran bila kondisi tersebut memicu kemajuan ekonomi di Kepulauan Riau yang semakin hari kian pesat.

Nah, untuk mengetahui potensi bisnis apa saja yang bisa kita gali di Provinsi Kepulauan Riau, pada pekan ini sengaja kami informasikan beberapa sektor unggulan yang cukup potensial untuk diangkat sebagai peluang usaha.

Potensi Hasil Tambang
Kepulauan Riau merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi hasil tambang cukup berlimpah. Misalnya saja seperti sumber daya alam mineral dan energi yang meliputi bahan galian A (strategis) seperti minyak bumi dan gas alam yang terdapat di Kabupaten Natuna, bahan galian B (vital) seperti timah (di Kab. Karimun dan Lingga), bauksit (di Kab. Bintan, Karimun, Lingga, Tanjungpinang), dan pasir besi (di Kab. Lingga, dan Natuna), bahan galian golongan C seperti granit (Kab. Karimun, Bintan, Natuna, Lingga) , pasir dan kuarsa (Kab. Karimun dan Natuna), serta masih banyak lagi bahan tambang lainnya seperti Granulit, Diorit, Andesit, Kaolin, dan lain sebagainya.

Potensi Kelautan
Dikepung dengan lautan, menjadikan Kepulauan Riau sebagai salah satu daerah penghasil ikan yang cukup potensial. Bahkan sekarang ini tidak hanya ikan tangkap saja yang diandalkan masyarakat sebagai sumber pendapatan, namun mereka mulai mengembangkan usaha budidaya serta pembenihan ikan untuk meningkatkan perekonomian daerah setempat dan mendongkrak kapasitas ekspor hasil laut. Contohnya saja seperti di Kabupaten Karimun, yang belakangan ini mulai mengembangkan usaha budidaya ikan kakap, budidaya rumput laut, serta kerambah jaring apung. Sedangkan di Kota Batam tepatnya di Pulau Setoko, sekarang ini mulai dibangun pusat pembenihan ikan kerapu yang setiap tahunnya bisa menghasilkan benih hingga lebih dari 1 juta ekor. Selain itu, untuk mendukung pemasaran hasil laut di Kepulauan Riau, baru-baru ini telah dibangun sebuah Pelabuhan Perikanan Swasta Telaga Punggur di kota Batam yang mulai beroperasi sejak tahun 2010 silam sebagai salah satu pintu ekspor hasil laut dari daerah Batam ke beberapa negara tetangga, termasuk Negara Singapura.

Potensi Pertanianpotensi cengkeh
Selain memiliki potensi kelautan yang cukup melimpah, 5% daerah di Provinsi Kepulauan Riau merupakan daratan yang tingkat kesuburan tanahnya sangat bagus. Kekayaan inilah yang menjadikan seluruh daerah Kepri (Kepulauan Riau) berpotensi untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian yang potensial dan menghasilkan komoditas tanaman dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Sebut saja seperti potensi palawija, kelapa, gambir, nanas, dan cengkeh yang banyak ditanam di wilayah Kabupaten Bintan, Karimun, Natuna, dan Kota Batam. Serta komoditas tanaman lainnya seperti buah-buahan dan sayuran yang mulai dibudidayakan di beberapa kabupaten yang tersebar di Kepulauan Riau.

Potensi Pariwisata
Dianugerahi pesona alam yang begitu indah, membuat Kepulauan Riau selalu ramai dipadati wisatawan lokal maupun internasional. Bahkan saking banyaknya turis mancanegara yang berkunjung ke daerah tersebut, Kepulauan Riau sempat dijuluki sebagai gerbang wisata kedua bagi turis mancanegara, tentunya setelah kawasan wisata di Pulau Bali. Banyaknya objek wisata pantai yang tersebar di seluruh Kepulauan Riau, menjadikan daerah ini menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Misalnya saja seperti Pantai Melur, Pulau Abang dan Pantai Nongsa yang terdapat di Kota Batam. Pantai Pelawan di Kabupaten Karimun, Pantai Lagoi, Tanjung Berakit, Pantai Trikora dan Bintan Leisure Park di Kabupaten Bintan, serta berbagai macam pesona wisata bahari lainnya yang ditawarkan kepada para wisatawan yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Natuna.

Semoga informasi potensi bisnis daerah yang mengulas tentang kepulauan riau, penuh dengan kekayaan alam ini bisa memberikan tambahan wawasan bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh masyarakat di Indonesia untuk mengoptimalkan potensi unggulan di daerahnya. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

Sumber ;
www.bisnisukm.com/kepulauan-riau-penuh-dengan-kekayaan-alam.html

Sumber gambar ; www.cdn.bisnisukm.com/2012/05/kepulauan-riau.jpg

Follow us