Usaha Kecil Menengah di Karimun Masih Menjanjikan
Bisnis Karimun Bisnis Kepri Karimun KepriKARIMUN (HK) - Membuka usaha kecil menengah (UKM) di Tanjung Balai Karimun masih sangat menjanjikan. Selain lokasi yang sangat strategis untuk memasarkan berbagai produk yang dihasilkan, sejauh ini pemerintah setempat juga memfasilitasi berbagai fasilitas guna memberikan keringanan bagi masyarakat yang ingin membuka usaha sendiri.
Imran, Kasi Kelembagaan Koperasi dan UKM Kabupaten Karimun mengaku, ditahun 2013 ini memang peluang untuk masyarakat kecil yang ingin membuka usaha dan memulai usaha berupa UKM sangat menjanjikan, sebab pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana guna untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
"Sejauh ini memang sangat berpeluang untuk membuka usaha seperti UKM, jadi kami harap bagi masyarakat yang ingin membuka usaha dan memulai usaha UKM, sangat berpeluang sekali, karena sejauh ini pemerintah Kabupaten Karimun telah memberikan fasilitas sarana dan prasarana untuk masyarakat kecil seperti di coastal area, masih banyak stand yang kosong, apalagi tidak lama lagi proyek pembangunan wisata di sana sudah mulai di buka," tutur Imran.
Imaran juga mengaku sejauh ini sudah 713 UKM yang terdaftar di tahun 2013, namun angka ini masih sedikit dibanding dengan Kabupaten yang berkembang pesat, apalagi aset dan penghasilan bumi karimun juga sangat menjanjikan, seperti hasil laut dan taninya, yang sudah mulai dilirik masyarakat luas. Aku Imran usaha ini sangat cocok dikembangkan guna membantu prekonomian masyarakat dan hasil bumi karimun bisa diolah menjadi beragam kuliner, cendra mata, kerajinan khas karimun dan cemilan seperti kerupuk khas Karimun.
"Untuk tahun 2013 ini memang sangat meningkat berkisar 10% peningkatan dari tahun 2012 kemarin, dan peningkatan UKM ini sudah sangat tinggi, berarti respon masyarakat sangat luar baisa. Saya rasa masyarakat masih berpeluang banyak untuk mengolah dan memperkenalkan produk-produk unggulan dari Kabupaten Karimun sendiri, mulai dari cemil-cemilan, dan aksesories rumah khas dari karimun dan tentunya kuliner hasil laut," tutur Imran.
Imran juga mengaku, selama ini pihaknya telah memberikan fasilitas yang menjanjikan bagi yang ikut bergabung bersama mereka dalam dunia usaha UKM di Karimun, mulai dari perndistrbusian, pelatihan dan menyediakan fasilitas. Agar masyarakat lebih sadar, jika usaha mendiri itu lebih menjanjikan ketimbang usaha besar, namun ikut dengan orang lain.(abk)
Sumber Berita:
http://www.haluankepri.com/ekonomi-bisnis/bisnis/55439-usaha-kecil-menengah-di-karimun-masih-menjanjikan.html
Sumber Gambr: http://cimg.antaranews.com/kepri/2011/04/ori/rd-gerai-makanan-khas-karimun-e-s.jpg
Petani Karimun Keluhkan Harga Karet Terus Anjlok
Bisnis Karimun Karet Karimun Kepri Kepulauan Riau PertanianKarimun (Antara Kepri) - Para petani karet di Pulau Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau mengeluhkan harga jual komoditas tersebut terus anjlok hingga menyentuh Rp6.000 per kilogram.
"Kami mau makan apalagi kalau harga karet terus turun. Untuk beli bensin saja tidak cukup dengan harga karet yang turun sampai Rp6.000 per kilogram," kata seorang petani karet di Pulau Kundur, Herman di Tanjungbatu, Kecamatan Kundur, Sabtu.
Herman menuturkan, sebelumnya harga karet berkisar Rp8.500.kg, dan sekarang melorot menjadi Rp6.000/kg. Kondisi harga yang rendah tersebut menyulitkan dirinya untuk menutupi kebutuhan hidup keluarga sehar-hari.
Menurut dia, petani karet di Pulau Kundur tidak memiliki posisi tawar untuk mempertahankan harga karet agar tetap tinggi. Ia menjelaskan, karet yang dipanen petani di pulau tersebut dijual kepada pengumpul dalam bentuk ojol, bukan diolah menjadi bahan baku setengah jadi.
Selain ditentukan harga karet dunia, anjloknya harga karet Pulau Kundur juga dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu. Kalau hujan, dirinya tidak bisa "menoreh" getah karena pohon karet diguyur hujan. Sedangkan kalau cuaca panas, maka karet yang dipanen baru bisa dijual dalam sepuluh hari.
"Kalau hujan, hasil sadapan merosot, kadang untuk mengumpulkan getah sebanyak 50 kilogram, kami harus menunggu sampai dua atau tiga minggu," ujar dia.
Karet sebanyak 50 kilogram tersebut, menurut dia baru menghasilkan uang sebanyak Rp250.000 untuk sekali jual.
"Dalam tiga minggu, kami hanya dapat Rp250.000, mana cukup untuk makan sementara harga barang-barang cukup mahal. Belum lagi biaya anak sekolah dan lainnya," ucapnya.
Anjloknya harga karet memaksa para penyadap karet beralih menggarap kebun karetnya dengan menanam komoditas pertanian lainnya, seperti sayur-mayur dan buah-buahan.
Seorang petani karet lain Mahmud menuturkan, pohon karet di lahannya ia tebang, dan ia ganti dengan menanam sayuran, seperti cabai.
"Buat apa dipertahankan kalau harga karet tidak menguntungkan kami, lebih baik diganti dengan tananam lain," ucap dia.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Karimun, Amirullah dalam satu kesempatan mengatakan, petani tidak punya nilai tawar untuk mempertahankan harga karet. Ia mengatakan harga karet sangat ditentukan pedagang pengumpul yang mematok harga murah.
"Sebagai sentra perkebunan karet, para petani seharusnya memiliki posisi tawar, tapi nyatanya mereka terombang-ambing dengan harga karet yang tidak menentu, syukur-syukur tembus Rp12.000/kg, tapi kenyataannya terus melorot," ucapnya.
Pemerintah, menurut dia, seharusnya memikirkan untuk mendirikan pabrik pengolahan karet, sehingga petani tidak lagi menjual dalam bentuk bahan mentah.
"Kalau diolah menjadi bahan setengah jadi, tentu harganya akan lebih tinggi. Karena itu, pendirian pabrik pengolahan karet sangat penting," kata dia. (Antara)
Sumber Berita:
http://m.antarakepri.com/berita/34512/petani-karimun-keluhkan-harga-karet-terus-anjlok
Sumber Gambar:
vibiznews.com/wp-content/uploads/2014/04/karet1.jpg
Aquabis Investasi 25 Juta Dolar AS untuk Budidaya Botia di Karimun
Bisnis Karimun Bisnis Kepri Internasional Karimun Kepri Kepri Bisnis PerikananSatu lagi perusahaan asing melirik potensi maritim di Kabupaten Karimun, khususunya di Kecamatan Moro. Adalah PT Aquabis Island asal Australia yang menanamkan investasi untuk pengembangan budidaya ikan botia di perairan Pulau Cik Lim. Nilai investasi yang ditanamkan mencapai 25 juta dolar Amerika.
Kepastian PT Aquabis berinvestasi di Bumi Berazam, setelah perwakilan perusahaan di Singapura menemui Bupati Karimun Nurdin Basirun, Rabu (7/1) kemarin. Di hadapan orang nomor satu di Karimun itu, diutarakan niat PT Aquabis untuk segera merealisasikan pembudidayaan ikan botia yang bernilai ekspor.
Terutama tujuan Amerika, dan Eropa dengan harga tinggi. Untuk pemilihan wilayah, mereka sudah melakukan pemantau perairan di Moro sejak empat tahun lalu.
”Kita menyambut baik niat PT Aquabis berinvestasi. Ini merupakan salah satu penguatan poros maritim yang tengah digalakkan pemerintah Indonesia,” ungkap Nurdin Basirun.
Oleh karenanya, sebut Nurdin, Pemerintah Kabupaten Karimun akan mendorong agar perusahaan tersebut segera berjalan. Dengan demikian, akan semakin membuka peluang lapangan kerja bagi warga tempatan. Selain itu, juga bisa dijadikan alih transfer ilmu. Mengingat, peralatan yang digunakan merupakan peralatan modern dan canggih.
”Sudah pasti, masuknya perusahaan asing ini semakin membuka peluang lapangan kerja bagi warga tempatan. Kita berharap ada alih teknologi,” papar Nurdin.
Meski wilayah perairan Cik Lim yang berada di perairan terbuka, menurut Direktur PT Aquabisa, Martin, tidak menjadi masalah. Karena, teknologi pembiakan ikan botia menggunakan teknologi canggih bak aquarium raksasa yang ditanamkan di dalam laut.
”Tidak masalah meski berada di perairan terbuka. Karena pengembangbiakan ikan botia menggunakan sarana bak aquarium raksasa yang pengontrolannya pun menggunakan komputer,” jelas Nurdin menirukan ucapan Martin.
Untuk memastikan wilayah yang bisa dikembangkan budidaya ikan botia ini, Bupati Karimun Nurdin Basirun bersama instansi terkait, beserta perwakilan PT Aquabis akan langsung memantau ke lapangan, secepatnya. Sehingga, berkemungkinan bisa dikembangkan pula budidaya ikan botia ini di beberapa titik.
Sumber Berita:
www.batampos.co.id/08-01-2015/aquabis-investasi-25-juta-dolar-as-untuk-budidaya-botia-di-karimun/
Sumber Gambar:
3.bp.blogspot.com/-kDiliM8Ojas/UI39sPNh-JI/AAAAAAAABpU/jDNE9DTNcg4/s1600/download%252B(1).jpg
Australia Rambah Bisnis Ikan Di Moro dengan Investasi US$ 24 Juta
Bisnis Karimun Bisnis Kepri Internasional Karimun Kepri PerikananTRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Setelah menjajaki peluang bisnis perikanan sejak 2005 lalu, perusahaan asal Australia, PT Aquabis akhirnya memutuskan berinvestasi di Pulau Moro, Kabupaten Karimun. Nilai investasi yang ditanam sekitar US$ 24 juta. Perusahaan ini bergerak di bidang pembudidayaan dan pengalengan ikan.
“Sejak 2005, PT Aquabis dari Australia ini sudah melakukan survey ke beberapa tempat. Pernah di Telunas, lalu pindah ke pulau Durian, juga di Moro. Akhirnya diputuskan di Pulau Bulupatah, Moro. Nilai investasinya sekitar US$ 24 juta,” kata Kepala Dinas Kelautan Perikanan Karimun, Hazmi Yuliansyah kepada Tribun, kemarin.
Akhir bulan ini, kata Hazmi, PT Aquabis sudah memulai usahanya dengan mempersiapkan beberapa infrastruktu pendukungnya. “Akhir bulan ini rencananya mereka membawa bibit. Di sini pembenihan dan juga rencananya pengalengannya di sini,” jelasnya.
Selain penyiapan infrastruktur, nilai investasi senilai US$ 24 Juta itu juga diperuntukkan pembebasan lahan darat sekitar 15 hektare untuk pabrik pengalengan. Dan juga kebutuhan lahan di laut sektiar 60 hektare untuk budidayanya.
Tenaga yang akan terserap diperkirakan mencapai 200 tenaga kerja baru. “Kami berharap selain tenaga ahli dari Australia, semua tenaga kerja lainnya berasal dari tenaga kerja lokal. Dan kami berharap bisa ada alih teknologi dan jadi bapak angkat usaha lokal ke depannya,” harap Hazmi.
Dukungan dari pemerintah daerah, tambah Hazmi, telah diberikan kepada perusahaan seperti perizinannya serta sosialisasi ke masyarakat setempat.
Sementara ikan yang akan dibudidayakan dan diproses lebih lanjut itu nantinya, sebut Hazmi, jenis ikan cobia. Ikan ini merupakan ikan yang memiliki bentuk seperti ikan hiu tapi berukuran kecil. Ikan ini sangat mudah dibudidayakan dengan hasil rekayasa genetika. Selain pertumbuhannya yang relatif cepat, ikan ini juga mengandung nutrisi yang hampir sama dengan salmon.
“Orientasinya ekspor. Ikan cobia ini memiliki keunggulan dibanding jenis ikan lain. Di samping harganya bagus, ikannya tak gampang sakit dan sangat cocok dibudidaya di laut Moro,” jelas Hazmi.
Sumber Berita dan Gambar:
www.batam.tribunnews.com/2015/02/22/australia-rambah-bisnis-ikan-di-moro-dengan-investasi-us-24-juta

