Nasional

Tampilkan postingan dengan label Bintan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bintan. Tampilkan semua postingan

Silaturrahim bersama Masyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK Grup rumpun nelayan Kecamatan seri kuala lobam Kabupaten Bintan

Views Oktober 28, 2015
Silaturrahim bersama msyarakat nelayan sekaligus penyerahan SK gerub rumpun nelayan kec. seri kuala lobam kab. Bintan senin (19/10).
Adi M. Nur selaku ketua panitia Harapan para nelayan untuk dapat menjadikan nelayan yang mandiri demi kehidupan sehari.
Ka. Himpunan nelayan Saparudin, mendukung dan menyatakan sikap kepada sanur Sani-Nurdin menjadi pemimpin kepri periode 2016-2021, dan harapan kami, jika bapak terpilih nantinya, bapak dapat mendukung kami para nelayan di lobam ini, krn kami para nelayan tidak tahu hukum dan pendidikan yang tinggi. Krn jika seandainya terjadi hal-hal yang tidak kita tidak inginkan terjadi ada tempat kami mengadu, sesuai kita semua ketahui bahwa daerah kita merupakan darah yang berbatasan dengan negara lain.
Nurdin Basirun. Saya sudah terbaca pemikiran msyarakat membutuhkan perubahan apa lg buat para nelayan menjadi sejahtera. Apa lagi pada siangnya nurdin sudah belusukan ke kampung-kampung nelayan di bintan ini. Selama saya memimpin karimun kelompok nelayan ini sangat saya perhatikan krn kita merupakan daerah perairan yang manyoritas penduduk kepri ini adalah kerjanya nelayan.
Apa yang kita lakukan hari ini adalah tugas dalam rangka mencari ridho Allah dan hablum minannas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat nelayan pada khususnya. Dalam belusukan yang saya lihat di kelompok nelayan banyak yang diberikan bantuan itu yang sia-sia dengan tidak dimamfaatkan sebagai mana mestinya. Sebagaimana sesampainya Nurdin siangnya didesa teluk sasah kec. Seri kuala lobam, Nurdin berharap kepada para warga masyarakat tang berada dipinggiran pantai untuk dapat menjaga pantai dan laut kita agar tanpak bersih dan ikan akan datang di daerah kita dan semoga daerah ini akan dapat menjadi daerah pariwisata untuk penunjang perekonomian masyarakat. Dan kedepan kita harapkan sebelum kita memberi bantuan mari kita berondeng bersama-sama apa yang menjadi kebutuhan bagi masyarakat dan kita tidak mau bantuan itu sia-sia saja tidak sesuai dengan harapan bapak-bapak nelayan. Dan harapan ini bisa kami lakukan jika kami duduk nanti dan semua itu terletak pada tangan dingin bapak dan ibu untuk mendukung kami sebagai pemimpin kepri kedepan. Dan harpan Nurdin pada nelayan semua untuk tidak buang sampah di bibir pantai dan laut kita agar lingkungan laut bersih dan ikan pun banyak datang dilaut kita. Dan kepada para ketua kelompok nelayan yang baru diberikan Surat Keputusan SK agar dapat bekerja dengan sebaiknya karena tugas ini merupan amanah yang di berikan oleh masyarakat kepada bapak-bapak maka peganglah amanah ini dengan baik agar para masyarakat kita akan semakin sejahtera.

Batam-Bintan akan Terhubung Jembatan Sepanjang 6,7 Km Senilai Rp 3 Triliun

Views Oktober 02, 2015

Seogwipo - Pulau Bintan dan Batam (Babin) bakal terhubung dengan sebuah jembatan dengan bantuan dari Korea Selatan (Korsel). Dana yang dibutuhkan untuk jembatan ini sebesar Rp 3 triliun.

"Jembatan Batam-Bintan ini proyek yang sangat monumental di Sumatera karena menghubungkan dua pulau besar," kata Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Menko Perekonomian Dedy Priatna Jeju International Convention Center, Seogwipo, Pulau Jeju, Korea Selatan, Jumat (12/10/2012).

Jembatan sepanjang 6,7 Km ini akan menghubungkan dua pulau yang menjadi bagian dari zona perdagangan bebas di regional. Kedua pulau tersebut juga punya peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sebanyak 1.200 perusahaan menanamkan modalnya di Batam, sementara pulau Bintan sebanyak 40 perusahaan yang berada di industri agrikultur, wisata, dan perdagangan.

"Pengembangan jembatan Babin ini akan memudahkan akses dan konektivitas antar kedua pulau sehingga meningkatkan ekonomi di area sekitar," ujarnya.

Pulau-pulau lain yang diperkirakan akan kecipratan dana gairah pertumbuhan ekonomi antara lain pulau Rempang, Galang dan Galang Baru.

Jembatan ini akan dibangun dalam tiga tahap. Tahap pertama akan menghubungkan Batam dan pulau Tanjung Sau, kemudian dilanjutkan dengan penyambungan ke Pulau Buau di tahap ketiga.

Sedangkan di tahap ketiga, penghubungan Pulau Buau dengan Bintan. Rencananya sebanyak 40% dari kebutuhan dana itu akan diambil dari pinjaman, 60% sisanya dari modal sendiri.

Modal sendiri yang dimaksud adalah patungan dari beberapa pihak, yaitu pemprov Riau dan pemkot Tanjung Pinang. Jembatan itu akan dioperasikan oleh perusahaan patungan antara pemerintah dengan swasta.

Hasil studi kelayakan yang terakhir kali dilakukan pada 2010 menunjukkan, jembatan itu akan dilalui oleh 9.189 mobil dan 6.500 motor per hari. Tarif keekonomian jembatan itu diperkirakan Rp 66.120 sekali jalan.

Sumber Berita dan Gambar :
m.detik.com/finance/read/2012/10/12/192111/2061529/4/batam-bintan-akan-terhubung-jembatan-sepanjang-67-km-senilai-rp-3-triliun

Jokowi Mau Batam-Bintan-Karimun Jadi Kawasan Bebas Tahun Ini

Views September 30, 2015

Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan bawahannya untuk segera menjadikan Batam-Bintan-Karimun sebagai kawasan terpadu perdagangan bebas pada tahun ini. Kebijakan ini dalam rangka menampung potensi investasi yang tidak tertampung di Singapura.

Hal itu disampaikan oleh Menkopolhukam Luhut Panjaitan, yang juga merangkap sebagai Kepala Kantor Kepresidenan di Istana Presiden, Jumat (21/8).

""Ini tindaklanjut pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Singapura (Lee Hsien Loong) mengenai Batam-Bintan-Karimun untuk menjadi (kawasan) terpadu sehingga investasi yang datang dari berbagai negara ke situ bisa lebih bagus," jelas Luhut.

Jokowi menginginkan, kata Luhut, pejabat pemerintah tidak hanya melakukan kunjungan kerja ke luar negeri tanpa da eksekusi atau tindak lanjut yang sifatnya kongkret. Terkait dengan kunjungan kerja ke Singapura, Luhut mengatakan Jokowi ingin Batam bebnar-benar bisa menjadi kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ).

"Keuntungannya banyak. Misal seperti dari perindustrian minyak, kemudian banyak (investasi) spill over dari Singapura yang sudah tidak bisa ditampung di sana kita bisa kelola dan itu akan punya nilai tambah untuk Indonesia," tuturnya.

Menurut Luhut, pembentukan kawasan terpadu FTZ Batam-Bintan-Karimun harus segera dilakukan mengingat banyak permasalahan yang menghambat investasi masuk ke kawasan tersebut. Untuk itu, akan dibentuk gugus tugas khusus untuk melaksanakan instruksi presiden ini yang salah satu anggotanya Purbaya Yudhi Sadewa. 

"Harus tahun ini. Tadi sudah diperintahkan untuk membuat task force," jelasnya.

Luhut menambahkan, selama ini terdapat sejumlah industri pipa dan perminyakan di kawasan tersebut. Hal itu menjadi nilai tambah seandainya Batam-Bintan-Karimun sudah menjadi kawasan perdagangan bebas.

Sumber Berita :
http://m.cnnindonesia.com/ekonomi/20150821135256-92-73576/jokowi-mau-batam-bintan-karimun-jadi-kawasan-bebas-tahun-ini/
Sumber Gambar :
http://www.google.com/imgres?imgurl=http://www.penghubungkepri.org/images/24636560.png

Peluang Ekonomi Peternakan Sapi di Bintan Belum Dioptimalkan

Views Agustus 31, 2015

TANJUNGUBAN, batamtoday - Kebutuhan harian akan daging sapi segar untpinang selama ini dipenuhi oleh daerah lain. Peluang pasar yang besar ini belum dilirik oleh peternak Bintan. Belum lagi kedekatannya secara geografis dengan Batam maupun Karimun, ataupun dengan negara tetangga seperti Singapura.

"Peluang peternakan sapi sampai saat ini belum diambil oleh peternak sapi secara maksimal. Kebutuhan sapi untuk Tanjungpinang dan Bintan masih dari luar daerah seperti dari Jambi. Kita masih sebatas penggemukan sapi untuk pemenuhan hewan kurban," kata Azhari, Kepala Seksi Pengembangan Peternakan Bintan, Selasa (2/10/2012).

Bahkan untuk saat ini kata Azhari, peternak sapi Bintan baru sebatas penggemukan sapi belum bisa beternak sebagaimana peternak sapi pada umumnya.

"Berbagai upaya kita lakukan supaya peternak sapi bisa melangkah dari penggemukan menuju peternakan. Salah satunya dengan mengadakan berbagai penyuluhan akan manfaat kotoran sapi untuk diolah menjadi kompos dan biogas," ujarnya.

Seluruh bagian dari ternak sapi sangat bermanfaat, dari daging, kotoran, bahkan air kencingnya juga bisa dijadikan pupuk.

"Pola pikir peternak harus dirubah mulai sekarang, dari pemikiran peternakan menuju agro industri. Sehingga peternakannya berorientasi pasar. Bahwa kotoran sapi bisa dijual dengan mengolahnya menjadi kompos. Bisa memakai biogas untuk memasak, sebagai pengganti gas elpiji," terangnya.

Sumber Berita:
http://m.batamtoday.com/detail2.php?id=20188

Sumber Gambar : https://totoharyanto.com/wp-content/uploads/2015/08/ternak-sapi-potong.jpg



Potensi Kuda Laut Bintan Diteliti, Buka Peluang Ekspor

Views Agustus 15, 2015

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN - Keindahan alam bawah laut Bintan bukan hanya menyejukkan mata. Ternyata Bintan juga mempunyai populasi bawah laut yang sangat menarik yakni Populasi Kuda Laut yang diyakini bisa membangkitkan industri perikanan Bintan semakin terkenal dimata dunia.
Kasi Pendayagunaan dan Pelestarian, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Afdal Kamil menyebutkan, perairan Bintan juga punya potensi kuda laut. "Kami sudah memberikan atensi pada sektor kuda laut yang ada di Bintan ini," kata Afdal, belum lama ini.‬
‪BPSPL Padang, kata Afdal, akan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai populasi dan habitat kuda laut yang ada di Bintan. Karena menurutnya, selama ini kuda laut hanya dimanfaatkan secara kecil-kecilan oleh nelayan tradisional. "Karena sudah sering ditangkap secara bebas, kami ingin mendata kembali, apakah populasi kuda laut itu masih melimpah atau tidak," ujarnya.‬
Jika memang populasi kuda laut masih melimpah di Bintan, tentunya ini akan membuka peluang bisnis sekala besar yang sangat menjanjikan. Sebab banyak negara diluar sana sangat membutuhkan seperti Tiongkok, Hong Kong, atau Taiwan. "Karena diketahui negara-negara tersebut punya kebutuhan yang masif untuk mengonsumsi kuda laut," tambahnya.
Tentunya hal ini tidak akan terjadi jika populasi kuda laut sudah kritis. Namun mereka tidak akan berdiam diri begitu saja, secepatnya BPSPL Padang akan memikirkan langkah teknis untuk penangkaran atau budidaya agar populasi kuda laut di Bintan tetap ada. "Tapi itu juga perlu studi penelitian dulu. Seperti untuk mengetahui jenis-jenis apa yang bisa dibudidayakan dan mengetahui cara merawatnya," ujar Afdal.‬
‪Data populasi kuda laut di Bintan itu, sambungnya, juga akan jadi rujukan pertimbangan untuk penyusunan regulasi nasional mengenai pemanfaatan kuda laut. Karena satwa laut ini juga sudah mendapat perhatian serius dari dunia internasional. "Peraturan secara nasional memang belum ada. Data dari kami akan diteruskan ke pusat untuk jadi rujukan," terang Afdal. Harapannya, peraturan itu ada dan bisa diterapkan untuk melindungi kuda laut dari ancaman kepunahan.‬
‪Terlebih, Afdal tak memungkiri ancaman pencemaran laut Bintan yang disebabkan limbah tumpahan minyak hitam. "Itu jenis limbah yang berbahaya. Khawatir bisa mematikan banyak satwa laut di sini. Termasuk juga kuda laut. Ini harus segera dicegah bersama," pungkasnya.

Sumber Berita dan Gambar:
http://batam.tribunnews.com/2015/03/16/potensi-kuda-laut-bintan-diteliti-buka-peluang-ekspor

Follow us